Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seni Mencintaimu

Seni Mencintaimu. Foto: Pexels

Bukan ajunku mencintaimu dalam diam. Aku hanya melarang sunyi dan kosong untuk mendekap kelam. Nyamuk-nyamuk nakal yang berirama elegi akan kuracuni.

Buntara, aku ingin melihat buntaramu dari jauh maupun dari kedekatan. Aku tak tega melihatmu bergelebah. Aku dan dirimu itu harsa.

Seni mencintaimu. Jikalau dirimu dicintai awan, akan kurimpuhkan awan. Jikalau dirimu ditaksir langit, akan kuredumkan langit. Jikalau dirimu disayang kabut, akan kumasygulkan kabut.

Aku dan dirimu adalah sejoli yang berirama. Jika dirimu bersinar bak lazuardi, aku akan merobohkan penumbra demi mencipta purnama. Bukan aku tak mau kalah. Tapi aku tak mau kehilanganmu.

Seni mencintaimu. Ada aku, hadirlah dirimu. Jauh dirimu, mendekatlah aku. Aku dan dirimu jauh, dan kita sama-sama dekat.

Curup, 03 Oktober 2020

 

21 komentar untuk "Seni Mencintaimu"

  1. Ternyata ada seni di dalam cinta yaπŸ™„πŸ˜‚πŸ‘

    BalasHapus
  2. Acieeeee cieeee suit suitπŸ˜πŸ˜πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  3. Kirim kepadanya, Bang, kirim mumpung malming, Bang! πŸ€­πŸ˜‚

    BalasHapus
  4. Wiih.. andai aku cewek, pasti ku cari tau namamu dan nomer HP mas.

    Sayang, aku bukam A........

    BalasHapus
  5. Senyummu bersinar bak Lazuardi, waooo, asyik aku culik iniπŸ˜€πŸ˜€

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe. Boleh, Bu Ester. Awas, ditangkap penjaga hati🀭

      Hapus
  6. Udah.. cepetan dipraktekin Ozy..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini lg latihan praktik bu🀭🀭🀭

      Hapus
  7. Andainya semua lelaki mengerti, memuja wanita seperti ini, membuat wanita lebih menghormatinya. Wanita suka dipuja, dan menjadi jatuh cinta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah. Aku berharap banget ada yg jatuh cinta. Hehehe tengkyu, BuπŸ˜€πŸ™

      Hapus