Header Atas - Panjang

Seduh Kopimu Kawan

Tangkap layar untuk secangkir kopi


Selalu ada kehangatan dari secangkir kopi dan aku sepakat dengan filosofi itu


Tapi apakah kau tau tentang secangkir kopi yang biasa kuminum di pagi dan senja hari?


Secangkir kopi yang kuracik dari rasa rindu dan juga pahitnya masa lalu


Apakah kau tau bahwa kopi yang biasa kuminum di pagi dan senja hari itu masih sama seperti kopi yang biasa kutawarkan padamu?


Ada banyak cara untuk menikmati secangkir kopi dan kau tidak perlu meniru caraku menikmati secangkir kopi di pagi dan senja hari


Aku biasa menuangkan kopi murni dengan sedikit campuran susu untuk setiap cangkir yang kunikmati


Apakah kau ingin tau kenapa aku memilih untuk memadukan kopi murni dengan sedikit campuran susu?


Karena bagiku membuat secangkir kopi susu itu sama seperti janjiku padamu, tidak terlalu manis tapi pas terasa di lidah.


Aku percaya bahwa rasa pahitnya kopi murni itu sama dengan rasa pedihnya ketika aku mengenang tentang kelamnya masa lalu dan aku juga percaya bahwa rasa manisnya susu itu sama dengan kerinduan akan teman dan juga persahabatan yang tak pernah pudar dimakan waktu


Sekarang ambil cangkirmu dan seduh kopi di depanmu itu sesuai dengan seleramu dan jika kau memang tidak begitu menyukai aroma kopi, tidak perlu rasanya kau tetap paksakan dirimu untuk tetap terlihat menyukai aroma kopi di depanmu, hidup ini terlalu indah kawan. Jangan jangan habiskan hari-harimu dengan sebuah keterpaksaan hanya karena kau ingin tetap bersamaku.








Post a Comment

5 Comments

  1. Wuuiiih, memang sesuatu yang dipaksakan tidak enak 😉😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Stuju. Apalagi kopi. Udah pahit, dipaksa pula. Hihihi
      Ampun, Pak War 🤭🤭🤭🙏

      Delete
  2. Kau minum kopi susumu
    Aku makan donatku
    Deal ya...

    ReplyDelete