Header Atas - Panjang

Santri Bukan Limbah

Dokpri - Tri Handayani


Beberapa hari ini kata “ limbah “ menjadi kata yang fenomenal alias trend topik di kalangan para wali santri di ponpes Husnul Khotimah . Setelah menonton video yang diucapkan oleh ketua Dewan setempat, hati kami menangis, hati kami kecewa , hati kami marah . Bapak Dewan yang Terhormat , setiap orang tidak akan mau terkena musibah , tapi apa mau dikata kita sudah berencana namun Allah SWT yang menentukan.

Wabah pandemi Convid-19 sudah mewabah , termasuk di kluster-kluster pondok . Tidak hanya di pondok HK saja tapi pondok-pondok lainpun ada yang terkena , tapi permasalahannya bisa teratasi .

Bapak Dewan yang terhormat  bapak bicara mempunyai maksud dan tujuan yang baik , namun diksi kata Ponpes HK sebagai limbah wabah dan limbah segala-segalanya yang seperti bapak katakan dalam video itu, menyakitkan hati kami. Karena kata limbah memiliki arti  sesuatu yang tidak mempunyai nilai  atau tidak berharga.

Kami sebagai wali santri sangat tahu bagaimana Ponpes HK, memberikan SOP saat anak-anak kami masuk begitu ketat, kami harus PCR  dulu, tapi itu tidak menjadi permasalahan kami, karena kami sebagai orangtua menginginkan anak kami tetap belajar di pondok. Meski kami para wali santri sampai membuat petisi agar anak-anak kami tetap belajar di pondok.Tapi ternyata Allah SWT berkehendak lain.

Baru satu bulan kami antar anak-anak kami, anak dari berbagai daerah di  Indonesia berdatangan . saat berdatanganpun bertahap . Anak-anak kami senang mulai belajar, menghafal Al-Quran, sholat berjamaah , puasa sunah, membuat hati kami para orangtua merasa senang dan tenang. Mereka rindu untuk belajar . 

Bapak dewan Yang Terhormat, kami ingatkan bahwa  santri bukanlah limbah , santri bukanlah limbah wabah ataupun limbah segala-galanya.Arti kata santri menurut Gus Mus “ Santri adalah murid kyai yang dididik dengan kasih sayang untuk menjadi mukmin yang kuat (yang tidak goyah imannya oleh pergaulan, kepentingan dan adanya perbedaaan ). Para santri sedang berjuang dijalannya Allah SWT, mereka sedang berjuang  keras, mereka rela berkorban untuk tidak bermain ,  mereka suatu hari nanti akan menggantikan para pemimpin , semoga kelak merekan akan menjadi pemimpin yang amanah dan berakhlaqul karimah . 

Semoga musibah dan cobaan ini segera berakhir, semoga para pengurus yayasan , dewan guru,  dan seluruh stickholder ponpes HK di beri kesehatan, kesabaran dan kekuatan ,semoga segala pengorbanannya akan dibalas oleh Allah SWT. Mereka telah berjuang untuk anak-anak kami, mereka tidak pernah kenal lelah  demi kebaikan untuk anak-anak kami. Mereka bekerja dengan senyap, tanpa kata-kata apalagi pansos.Mereka ikhlas karena Allah, SWT

Memondokkan anak kami berarti kami percaya dan ikhlas dan sabar apapun yang terjadi. Kami harus sabar, ikhlas  dan percaya dengan apapun keputusan ponpes HK . Meski harus kembali dalam kerinduan,  karena kami yakin suatu hari nanti akan indah pada waktunya, biarlah kami ambil raga anak kami , tapi hati anak kami biar kami tinggalkan di ponpes Husnul Khatimah yang tercinta bersama asatidz/ah . Semoga guru, ustadz ataupun santri yang sakit semoga cepat sembuh . Biarlah  sekarang kami jemput anak kami tapi suatu hari nanti kami akan selalu menanti waktu untuk menuntut ilmu di Ponpes HK tercinta.

Tri handayani

Cirebon, 041020

Posting Komentar

8 Komentar

  1. Akhirnya berhasil ya😀👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mas meski penuh perjuangan dan mas yang begitu sabar membimbing saya tapi kok untuk bisa masuk agak. Susah ya mas, ga bisa langsung klik, sama pasang fotonya saya belum bisa mas .mksh ya mas

      Hapus
  2. Wah.. akhirnyaa berhasil juga...

    BalasHapus
  3. Ya mba meski butuh perjuangan mba. Mksh ya mba

    BalasHapus