Header Atas - Panjang

Ragam Perilaku Mertua yang Harus Kita Maklumi

Kalau kita sudah berumah tangga tetapi belum mampu beli rumah sedangkan mengontrak sendiripun terasa sepi, tak ada pilihan selain nebeng orangtua atau mertua.

Ada juga pasangan yang sudah punya rumah sendiri tapi harus pindah ke rumah mertua karena kasihan tidak ada yang menemani mertua yang sendirian di masa tuanya.

Tentu urusan pertebengan ini tak ada yang mulus. Selalu ada riak-riak kecil di rumah orangtua atau mertua. Hal-hal semacam dibawah ini bisa jadi hal "unik" yang kita dapati dari orangtua atau mertua selama kita tinggal bersama mereka.
yanahaudy0

Memasak
Punya orangtua atau mertua yang punya hobi masak pasti terbayang makan enak terus di rumah. Tak dinyana, sang mertua lebih suka masak buat orang lain daripada untuk anak kandung dan menantunya. Kompor bisa digunakan berjam-jam hanya untuk memasak makanan yang akan diberikan ke tetangga. Kompor yang cuma sebiji juga tidak bisa dipakai menantu karena sang mertua memakai kompornya lamaaaa sekali. 

Mencuci baju & piring
Punya pekerja rumah tangga (PRT) memang tujuannya membantu kita menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Membuat pembantu kerasan juga wajib dengan cara memperlakukannya seperti keluarga sendiri. 
However, memperlakukan PRT lebih baik daripada anak-menantu itu tidak oke juga. 
Ada mertua yang mencuci baju dan peralatan makannya sendiri karena tidak mau merepotkan pekerja rumah tangganya. Anak dan menantunya pun disuruh cuci baju dan piring sendiri supaya PRT mereka tidak kelelahan.

Mengalah berlebihan kepada tetangga yang menjengkelkan
Banyak lho mertua yang karena sudah puluhan tahun tinggal di suatu lingkungan maka dia merasa tidak enak jika harus berkonflik dengan tetangga, meskipun si tetangga itu muke gile borokokok pisan! 

Si tetangga berkali-kali memarkir mobil dan motornya didepan pintu masuk rumah kita. Jelas hal itu membuat kendaraan kita tidak bisa masuk rumah karena terhalang kendaraan si tetangga. 
Sudah susah seperti itu, eh, mertua malah bilang, "Ya udehlah kite ngalah aje daripada ribut pan kagak enak diliatnye." 

Lalu alih-alih meminta si tetangga memindahkan kendaraannya, mertua malah meminta kita cari parkir di tempat lain.

Dibantu tersinggung tidak dibantu mengeluh
Ada anggapan bahwa makin tua seseorang maka ia makin mudah tersinggung dan bersikap seperti anak kecil. Mungkin benar. 

Adakalanya mertua merasa capek mengurus suatu pekerjaan. Mereka mengeluh tidak ada yang membantu, tidak ada yang peduli padanya. 
Akan tetapi ketika dibantu mereka tersinggung merasa diperlakukan sebagai orang yang tidak mampu mengurus sesuatu. 

Serba salah, bukan? Kalau begini lebih si menantu diam saja. Berkomentar, membela diri atau mendebat malah akan membuat mertua kemrungsung, situasi rumah jadi tidak nyaman.

Untuk menghibur diri jika punya situasi seperti itu maka besarkanlah hati kita. 

Niatkan bahwa berbuat baik kepada mertua adalah perbuatan yang sama mulianya dengan berbakti pada orang tua. Mereka sudah tua, jika mereka tutup usia kita akan menyesal jika tidak berbuat baik kepada mereka.

Post a Comment

9 Comments

  1. Saya mah sering mengalah mba, mengalah untuk menang 😍

    ReplyDelete
  2. Niatkan bahwa berbuat baik kepada mertua adalah perbuatan yang sama mulianya dengan berbakti pada orang tua. Mereka sudah tua, jika mereka tutup usia kita akan menyesal jika tidak berbuat baik kepada mereka.

    Sepakat, Mbak☺️👍

    ReplyDelete
  3. Ah...aq beruntung sekali ya.
    Biar kata sodara, mertuaku cerewet setengah idup tapi buatku she is so sweet lady😍

    ReplyDelete
  4. Wah
    Beruntung yg udah punya mertua🤭

    ReplyDelete
  5. Ada Mother in Law .. ada juga Monster in Law.. he..he..

    ReplyDelete