Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pada Malam

WikiImage@Pixabay.com


Pada malam kutitipkan salam 

Serta kuukir sebentuk senyum, untuknya yang selalu singgah di kala kelam

Gemintang berkedip, melukis angan dalam temaram 

Kulangitkan sebait doa, tentang rindu dan asa yang kian mendendam 


Pada malam juga kututurkan arti kecewa 

Betapa hati telah mendamba dan hanya hampa yang menyapa 

Tanpa rasa, tanpa praduga 

Semua berlalu seolah dengan sewajarnya 


Haruskah pada malam juga kugantungkan harapan 

Tentang indahnya masa depan 

Tentang biduk cinta yang bersandar di satu pelabuhan 

Tentang terwujudnya impian dalam sebuah kerajaan 


Ternyata pada malam, badai menerpa semua angan dan citaku 

Perahuku oleng, karang pun menghadang bahteraku 

Aku hanya terdiam dalam beku 

Menanti fajar menyingkap haru dalam tunggu 


Sidoarjo, 23 Oktober 2020


14 komentar untuk "Pada Malam"

  1. Biarpun badai menghadang, namun masih ada harapan pada fajar.

    Duh.. saya kok ya gak bisa bikin puisi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. πŸ™„saya juga heran. Kok tiba-tiba pak Budi jadi berpuisi, padahal ngakunya gak bisa bikin puisiπŸ˜‚πŸ™

      Hapus
    2. Pak Budi, kalo habis patah hati pasti bisa kok. Buktinya sayaπŸ˜„πŸ˜„

      Hapus
    3. Bang Warkasa, Pak Budi mah jago segalanya

      Hapus
  2. Habis gelap terbitlah terang..πŸ˜‚πŸ™

    BalasHapus
  3. Rupanya segala rasa penulis, terjadi pada sang Malam☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena malam hadir bersama misteri 😁😁

      Hapus