Header Atas - Panjang

Semua Tak Lagi Sama

 

Sumber:Pinterest.com

Mungkin. Kau telah melupakan satu hal, kekasihku. Bahwa tak ada hari yang terlahir sama. Tak ada kopi yang mesti diracik di dapur dan di cangkir yang sama pula.

Aku. Sejak kepergianmu telah menanggalkan begitu banyak kisah. Tentang kita. Tentang purnama yang kehilangan cahaya. Juga, tentang hujan yang murung karena kehilangan sebagian tempiasnya.

Bila. Suatu hari nanti kamu rindu untuk pulang, kekasihku. Kuingatkan. Jangan lagi lewat gerbang saat engkau pergi. Sebab pintunya sudah lama rapat kukunci. Lewat saja pintu belakang. Di sana, sudah kusiapkan ribuan mata pedang. Untuk menghunjam dadamu. Berulang. Tiada terbilang.


***

Ditulis dari Malang

Posting Komentar

9 Komentar

  1. Waoo ribuan pedang siap menghujam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penyambutan yang istimewa 🤭
      Makasih Medus...eh, panggilnya apa ya?

      Hapus
  2. 🙄waduuh... Sadis banget sih😓 selalu keren☺️👍

    BalasHapus
  3. Wah Bu Lilik, awal yg romantis tapi akhirnya ngeri juga yaa hehe
    Salam hangat bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah...makasih say. Iyaa, kenapa mesti beloknya ke situ yaa. Hihihi...dasar nganu...
      Salam hangat kembali untukmu...

      Hapus
  4. Aku deg-degan baca ini ... 😱

    BalasHapus