Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Semua Tak Lagi Sama

 

Sumber:Pinterest.com

Mungkin. Kau telah melupakan satu hal, kekasihku. Bahwa tak ada hari yang terlahir sama. Tak ada kopi yang mesti diracik di dapur dan di cangkir yang sama pula.

Aku. Sejak kepergianmu telah menanggalkan begitu banyak kisah. Tentang kita. Tentang purnama yang kehilangan cahaya. Juga, tentang hujan yang murung karena kehilangan sebagian tempiasnya.

Bila. Suatu hari nanti kamu rindu untuk pulang, kekasihku. Kuingatkan. Jangan lagi lewat gerbang saat engkau pergi. Sebab pintunya sudah lama rapat kukunci. Lewat saja pintu belakang. Di sana, sudah kusiapkan ribuan mata pedang. Untuk menghunjam dadamu. Berulang. Tiada terbilang.


***

Ditulis dari Malang

10 komentar untuk "Semua Tak Lagi Sama"

  1. Waoo ribuan pedang siap menghujam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penyambutan yang istimewa 🤭
      Makasih Medus...eh, panggilnya apa ya?

      Hapus
  2. 🙄waduuh... Sadis banget sih😓 selalu keren☺️👍

    BalasHapus
  3. Wah Bu Lilik, awal yg romantis tapi akhirnya ngeri juga yaa hehe
    Salam hangat bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah...makasih say. Iyaa, kenapa mesti beloknya ke situ yaa. Hihihi...dasar nganu...
      Salam hangat kembali untukmu...

      Hapus
    2. Iya, awalnya ROMANTIS, tapi di penghujungnya SADIS

      Tempramental nih...sang kekasih

      Hapus
  4. Aku deg-degan baca ini ... 😱

    BalasHapus