Header Atas - Panjang

Mimpi

di bawah sisa-sisa retakan rembulan yang

bertengger di reranting pohon randu

kita menyalakan malam yang dingin

mengaransemen lagu-lagu rindu

dengan tarian-tarian purba yang

dipersembahkan untuk sebuah temu

 

kita bergelayut pada bibir yang mengelugut

mengulum senyum dan

membaca sajak-sajak yang

sejak lama ditempa

di malam-malam yang ranum

 

pada api unggun dadamu

aku menemukan degup paling mesra

ada instrumen yang menghanyutkan

layaknya sebuah orkestra yang

dimainkan oleh sekelompok bunga-bunga

 

tapi itu tak berlangsung lama

pagi datang terlalu dini

dan kau pergi

setelah matahari menetapkanmu

hanya sebagai mimpi

 

Angsana, 07 Oktober 2020

Posting Komentar

12 Komentar