Header Atas - Panjang

Lolita dan Jelita Gowes Tiga Desa

Naik Sepeda Pecah Recor Terjauh Tiga Desa

Hari ini adalah hari pekan sepeda nasional. 
Dokpri 


Semenjak pandemi dunia olahraga semakin diminati terutama di bidang sepeda. Sepeda yang ramah lingkungan semakin digemari masyarakat sebagai salah satu olahraga yang mudah.

Karena semakin banyak sepeda diminati akhirnya harga sepeda melonjak.

Sepeda semakin banyak penggunanya sehingga membuat komunitas. Setiap akhir pekan memberikan waktu luang berkelana menggunakan sepeda. Tidak hanya bapak-bapak, ibu-ibu juga tidak ketinggalan termasuk saya.

Di kompleks kami Harvest City Cluster Orchid A semenjak bulan Agustus mengadakan senam setiap hari Sabtu atau Minggu. Kadang hanya beberapa orang. Akhirnya dibuat waktu setiap Minggu pagi. Dijadwalkan olahraganya senam dan sepeda. Sebenarnya ada satu lagi bola volli, berhubung saya tidak bisa bermain voli, saya hanya menuliskan kegiatan senam dan sepeda.

Dokpri 


Naik sepeda selama ini paling jauh hanya ke pasar berjarak setengah km. Naik sepeda bersama ibu-ibu komplek petualangan terbaru bagi saya. Pertama kali pecah rekor seumur hidup bisa naik sepeda 4 km. Dari cluster Orchid A terus ke Cluster Sakura lanjut lagi ke Pasar Kojengkang tetangga dengan perumahan Harvest City yang merupakan pasar tradisional. Perjalanan yang lumayan menguras tenaga menurut saya. Perjalanan kami diikuti dengan Pak Haji dan Pak Alam tetangga sebelah rumah. Yang membuat saya salut Bu Alam yang berumur lolita (lolos lima puluh tahun) dan Bu RW juga. Dibandingkan kami ibu-ibu muda atau jelita ( jelang lima puluh tahun). 
Mereka berdua semangat membuat saya salut dan semangat juga mengikuti petualangan naik sepeda sekaligus olahraga. Dua minggu lalu kami sekitar sepuluh orang. Minggu ini karena tidak dikordinir dari jauh hari, yang ikut hanya 7 orang.

Petualangan hari ini, kami masih ditemani Pak Alam dia memakai motor mengiringi perjalanan naik sepeda. Petualangan hari ini dua kali lipat dari minggu , sehingga membuat kaki dan lutut saya pegal-pegal. Ada tiga desa kami lalui, antara lain, Cikarageman satu, Cikarageman dua dan Ragemanunggal semua rata-rata jalanan setapak dengan jalanan aspal. Sehingga memudahkan kami melintasinya.
Persepeda hari ini banyak juga yang melintasi desa-desa tersebut, setiap bertemu kami saling menyemangati.

 Setelah perjalanan melelahkan kami istirahat sebentar, persis di persimpangan jalan ada warung makan. Wow ternyata pengguna sepeda banyak yang istirahat. Sambil sarapan meluruskan kaki yang lumayan pegal, setelah agak lama istirahat kami meneruskan perjalanan pulang.

Petualangan kedua lumayan melelahkan, sendi-sendi rasanya mau copot, tapi tidak kapok, bila diajak Bu RW lagi let's go.
Dokpri 



Demikian petualangan saya hari ini, dengan sepeda yang harus ditinggikan lagi, kakiku yang lumayan panjang lumayan sakit sekitar lututnya. Semoga kedepannya lebih baik lagi Amin

Posting Komentar

12 Komentar

  1. Wuiihh! Sehat bgt, Mbak Erina ikut gowes. Smg lututnya ga sakit lg yah πŸ˜„

    BalasHapus
  2. Waah sehat-sehat ya☺️πŸ˜‚πŸ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, terima kasih Mas Warkasa πŸ˜€

      Hapus
  3. Sambil wisata kuliner dong. Daerah sana ada, kalau gak salah, sayur gabus kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mampir juga Pak Budi πŸ˜€

      Hapus
    2. Abis gowes makan lagii.. ancur dah plan diet omBud.. he he..

      Hapus
  4. Terima kasih mba Aira πŸ˜€

    BalasHapus