Header Atas - Panjang

Legenda Baridin dan Ratminah (Cinta di Tolak Dukun Bertindak)

 


                       Picuki.com


Legenda Baridin dan Ratminah (Cinta di Tolak Dukun Bertindak)




Jujur saja, aku mendapat ide menulis seringnya ketika sedang beraktifitas di kamar mandi dan menjelang tidur. Puisi atau cerita sering mengganggu pikiranku, mereka seperti memaksa untuk aku tuturkan lewat tulisan. 


Entah kenapa, sosok Ratminah pagi ini seperti memaksa untuk aku tuliskan kisahnya. Cerita Ratminah ini awal ditulis oleh Budayawan asal Cirebon, H. Abdul Adjib. 


Aku pernah memerankan sosok Ratminah ketika malam kreasi sewaktu pramuka dulu, setiap regu harus menampilkan kesenian, dan regu kami memilih cerita Baridin dan Ratminah. Teman satu tenda tidak ada yang mau tampil sebagai pemeran utama dengan alasan malu. Mau tidak mau aku memerankan sosok Ratminah dan temanku menjadi Baridin. 


Banyak yang takut ketika aku memerankan sosok Ratminah, jujur saja waktu itu aku tidak tau kisah  Baridin dan Ratminah itu melegenda, khususnya di Cirebon dan Brebes. 


Jika di Eropa punya cerita kisah romantis Romeo and Juliet, di Persia ada kisah Qais dan Laila, maka di Cirebon ada kisah Baridin dan Ratminah. 


Baridin dan Ratminah adalah kisah klasik cinta bertepuk sebelah tangan karena perbedaan status. 


---


Diceritakan Baridin adalah sesosok pemuda miskin yang bekerja serabutan dan tinggal berdua bersama ibunya yang bernama mbok Wangsi seorang buruh tani.


Baridin bertemu dengan wanita cantik dan jatuh hati pada wanita  yang bernama Suratminah biasa dipanggil Ratminah. Anak keluarga kaya raya. Memang jika cinta datang tak peduli akan status, begitupun dengan Baridin. Ia memaksa ibunya untuk melamar Ratminah pada orangtuanya.


Tapi sayang seribu sayang, Ratminah menolak mentah-mentah lamaran Baridin. Ratminah melempar hantaran  yang sedang dipegang mbok Wangsi. Bahkan Ratminah berani meludahi mbok Wangsi.


Mereka pulang dengan merasa terhina. Mbok Wangsi menerima perlakuan Ratminah dengan ikhkas, tapi tidak dengan Baridin, sakit hati bercampur dendam di hatinya, ia tak terima ibunya dihina. 


Mpok Wangsi selalu memberi semangat pada Baridin agar tidak dendam pada Ratminah, dan  mengajak kembali melamar Ratminah lagi tapi Baridin menolak.


Baridin menemui temannya yang bernama Gemblung. Pada temannya itu Baridin dengan semangat belajar ilmu pengasihan, sampai akhirnya oleh Gemblung, Baridin diberi jimat pemikat yaitu Jaran Goyang. 


'Menurut Wikipedia, Jaran Goyang adalah salah satu bagian dari sastra lisan yang berupa mantra-mantra berjenis pengasihan. Berkembang di masyarakat Suku Osing di Banyuwangi Jawa Timur dan berkembang di Daerah Jawa Barat'


---


Pelet Baridin bereaksi, Ratminah yang awalnya membenci Baridin, tiba-tiba tumbuh rasa cinta. Cintanya begitu mendalam setiap hari wajah Baridin selalu muncul dimatanya. Makan tidak enak dan tidurpun tak nyenyak, wajah Baridin bagai hantu yang selalu muncul setiap saat.


Karena tidak tahan menahan rindu pada Baridin, Ratminah mendatangi Baridin dirumahnya. Sebenarnya Baridin senang melihat wanita pujaan hatinya ada di depan mata, tapi dendam mengalahkan rasa cintanya. 


Baridin menolak mentah-mentah ketika Ratminah mengatakan cintanya. Baridin ingin Ratminah merasa sakit hati seperti yang ia rasakan ketika dulu melamar Ratminah dan ditolaknya. 


Setiap hari Ratminah ke rumah Baridin, menyatakan rasa cintanya, tapi Baridin selalu menolaknya. Ratminah seperti orang linglung dan menjadi gila karena pengaruh ilmu pelet, setiap hari hanya Baridin yang ada dipikirannya. 


Ratminah tidak mau makan, sampai jatuh sakit, hanya Baridin yang selalu disebutnya sampai ia meninggal dunia tanpa pernah menikah dengan Baridin.

m.youtube.com

Pun demikian dengan Baridin, ia meninggal dunia dalam kondisi tidak menikah. 

Mereka di makamkan bersebelahan di Daerah Jagapura  Kabupaten Cirebon.


ADSN1919

Posting Komentar

7 Komentar

  1. Waah tragis ternyataπŸ™„ keren, Mbak☺️πŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya 😊😊 makasih om πŸ˜‚

      Hapus
    2. πŸ™„sama-sama..πŸ˜‚πŸ™

      Hapus
  2. Waduh tante...
    Kisahnya miris...
    Bikin nangis...

    Ttd
    Peri Gigi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh maafkan tante de Peri Gigi sampai nangis 😊😁

      Hapus