Header Atas - Panjang

Ketika Hari-hari Besar Dianggap Biasa

 

   Dokumen Aprani1919


Ketika Hari-hari Besar Dianggap Biasa


Hari Kamis, tepatnya tanggal 1 Oktober 2020 pukul 08.00 saya dan seorang guru berangkat ke kantor BKKBN untuk tes rapid, karena minggu depan jadwal sekolah saya untuk melaksanakan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah), peserta didik kelas satu tujuan utama BIAS. 

Bisa dibayangkan bila peserta didik di suntik, kadang kami kewalahan memegang mereka. Karena kami akan melaksanakan program pemerintah tersebut, maka Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, mewajibkan kepala sekolah,  guru kelas 1, guru olahraga dan penjaga sekolah untuk tes rapid. Karena kami akan berinteraksi langsung menghadapi peserta didik  dan kami harus dipastikan sehat.

Sesuai jadwal rapid, saya berangkat bersama guru kelas 1, dijalan saya melihat banyak orang-orang memakai baju korpri, saya heran ada apa mereka memakai baju korpri. Karena kami biasanya memakai baju korpri setiap satu bulan sekali yaitu tanggal 17 dan hari-hari besar karena kami biasanya mengadakan upacara untuk memperingatinya serta ada pemberitahuan sebelumnya, bisa lewat Surat dari Dinas Pendidikan atau pengumuman lewat WAG kedinasan, harus mengadakan upacara,  memakai korpri dan lain-lain. 


              Dokumen Apriani1919


Ketika saya bertanya ke guru, dia tertawa dan memberitahu bahwa hari ini tanggal 1 Oktober 2020. Hari Kesaktian Pancasila. Oalah Jujur saja, semenjak adanya Covid-19 dan  KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) secara online, suasana sekolah seperti pincang, sampai saya terkadang lupa dengan tanggal dan hari. Apalagi di sekolah kehadiran guru dijadwal, terbayang suasana sekolah sepi, kebersamaanpun terasa berkurang.

Kegiatan hari-hari besarpun terlewatkan, tidak ada lagi kegiatan upacara memperingatinya, HUT RI pun berlalu begitu saja. Kita saja, khususnya saya sebagai pendidik terkadang lupa apalagi peserta didik?.



    Dokumen Apriani1919


Kita berdoa saja semoga Covid-19 segera berakhir, karena kami rindu suasana sekolah seperti dulu, penuh kehangatan, riuh dan banyak kegiatan yang bisa kami lakukan. 

Saya berharap pemangku kebijakan jangan egois, karena mengutamakan kepentingan pribadi tapi merugikan masa depan bangsa, lihatlah mata polos mereka yang haus pendidikan dan rindu kebebasan bermain di alam bebas tanpa ada rasa takut.


 

ADSN1919

Posting Komentar

9 Komentar

  1. Aktual nih🙄☺️👍

    BalasHapus
  2. Kami tidak pernah lagi upacara mba Dini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mba Ester, itu foto2 tahun kemarin😊😔

      Hapus
  3. Ya ampun hebat bgt! Ternyata Mbak Dinni guru juga ya 👏👍
    Maaf saya kurang perhatian jd baru tau, huhuhuu!

    BalasHapus
  4. Masih ada upacara di sekolah ya mbak Din..

    BalasHapus