Header Atas - Panjang

Kelam Malam

Tiada guna tersengut lembah kalau baskara sudah jadi senja. Sia-sia mengagau awan kalau sudah jadi malam. 

earth.google.com

Tak akan yaumku habis tanpa merindumu. Terselip rasa kau berjejak diambang walau kita jauh tersua, terpisah tanah, darat, dan udara dari hibat berada.

Biarkan malam ini untukmu, atau aku merayan dalam kesepian. Aku naik ke peraduan dimana raksi mawar sudah berpendar.

Malam memalun bulan bukan khayalan. Gelisah aku tiada kau merangkup aku dalam tawang, yang aku tumpangkan ke putihnya awan.

Kepadamu, emas tempawan, kukatakan: lelaplah, kekasih bayangan.

 

 

Posting Komentar

18 Komentar

  1. Wah banyak kosa kata yang aku baru tahu. Makasih mba Yana. πŸ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih udh capek2 dtng dari jauh utk baca puisi ini, Mbak Widz πŸ™πŸ™

      Hapus
  2. Keren bgt puisinya Bu Yana
    Suka banget bacanya ☺️
    Salam hangat bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cihuuyy aku dipuji πŸ˜‚πŸ€­

      Hapus
  3. Selalu kerenπŸ˜€πŸ‘

    BalasHapus
  4. Kekasih bayangan taoi kok terbayang bayang ya, mas Warkasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Pak, kalo kekasih gelap jdnya gelap2an, heheh!

      Hapus
  5. Widih... Kekasih bayangan ternyata... Puisi dengan pilihan diksi tak biasa ya... Menawan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kekasih bayangan yg hanya dalam bayangan saja, hahah! Nuhun, Teh Desi 😊

      Hapus