Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Balada Hewan Berbulu

Foto: pribadi

Lima ekor kucing di kandang bambu

Setiap pagi terbangun dan langsung bertanya, d

makan apakah hari ini?


Lima ekor kucing di kandang bambu

Pagi ini cepat dilepaskan

Ayo berburu, ayo berburu!


Seekor tupai melompat menghampiri 

Mengajak bermain di bawah pohon mangga

Menghentak dan berlari lagi 

Tak mau diam 


Lima ekor kucing merasa gemas

Ingin menaklukkan sang tupai

Naluri pemburu bekerja


Clapp!

Seekor tupai dewasa tertancap cakarnya

Meronta namun tak juga berguna

Meminta ampun namun sia-sia


Kucing pemburu terus bertarung

Membela kebun buah majikan

Ayo bertarung

Sebelum nanti masuk kandang


Ayra Amirah
Ayra Amirah Menulis adalah rekreasi tuk hati kita

8 komentar untuk "Balada Hewan Berbulu"

  1. Puisi modern memang banyak yang tak memerhatikan rima, tetapi jejak rasa puitis harus tetap ada dengan diksi yang memikat dan kata kias yang diperkuat.

    Puisi ini mengerikan, ada kontrakdiksi yang memikat antara Ekor Indah dan sisa keganasan natural, terbayang seekor tupai yang habis dilahap. Waw. Oleh makhluk lembut manis.

    BalasHapus
  2. Terima kasih banyak Bu Desi...

    Semoga bisa lebih baik🙏

    BalasHapus
  3. Keren puisinya Mbak☺️👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus banyak belajar lagi..

      Terima kasih pak War

      Hapus
  4. Aku ga tega liat foto musangnya😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Dinni.

      Termasuk hama sih dia. Buah Cempedak dan mangga kami yang baru belajar berbuah, habis tak beraisa🙏

      Hapus
    2. Sama mbak Din, aku juga gak tegaa...

      Hapus

Berlangganan via Email