Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Duka dan air mata dalam renungan malam

      
              (Sumber foto :  www.canva.com )



ketika malam dan Dinginnya mulai menyelimuti.
arah angin mendamparkanku, pada tampat ini.
aku terdiam, dan termenung sendiri pada tempat ini.

membiarkan diriku hanyut dalam malam..
menumpahkan segala rasa.
dan air mata, hingga segala duka dapatku lepas malam ini saja.

aku ingin bercerita pada malam, tentang sebuah pengharapan.
yang membuat aku masih tetap bertahan.
dengan angan-angan yang telah ia berikan.

mengubur jauh harapan dalam pelukan.
seolah ia memberikan pertanda bahwa aku harus berhenti memikirkan.
walau itu tak sesui pengharapan.

namun itulah takdir tuhan..
segala yang terlewati sudah cukup, menjadi sebuah pelajaran.
untukku, dan untukmu.
sampai air mata mengalir membahasi pipimu, semua tak akan pernah berubah..











8 komentar untuk "Duka dan air mata dalam renungan malam"

  1. Semua sudah ada takdirnya masing-masing .🙏🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, kita tak dapat menahan. mungkin salah satu yang terbaik ialah mengikhlaskan.

      Hapus
  2. Siiip, mohon maaf sumber gambar mohon dicantumkan ya mba atau mas 😁

    BalasHapus