Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cinta, Darah dan Air Mata

Dokpri Eend Gembel


Lima Ratus Tujuh Puluh Masa telah  dilalui bersama. Rasa haru bercampur  bahagia saat rasa melebur bersama cinta, duka dan bahagia.

Senja, tak lagi ada kata-kata cinta milik Pujangga yang terucap untuk menggambarkan anugerah yang dikirim Sang Maha Pencipta.

 

Di ujung waktu, rasa dipertemukan oleh Dia. Dan di ujung waktu juga rasa disatukan oleh-Nya.


Ada cinta juga air mata menyelimuti sebuah perjalanan, semoga tidak ada darah disana. Senja, bersersediakah menjadi cahaya  menghiasi indahnya langit?

Apriani1919
Apriani1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam karena itu membuat aku tiada secara perlahan

5 komentar untuk "Cinta, Darah dan Air Mata"

  1. Ada cinta juga air mata menyelimuti sebuah perjalanan, semoga tidak ada darah disana.

    Aamiin. Semoga semuanya baik saja ya☺️😂🙏

    BalasHapus
  2. Aku bersedia, Bu. Walau harus keluar darah.. (digigit nyamuk aja tapi.) Hehe

    BalasHapus
  3. Pak War1919 pasti bersedia.Bu Dinni... Mantap!

    BalasHapus