Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belajar Numerologi Itu Gampang dan Tidak Ribet

 


Banyak yang bertanya kepada saya, “Rud, bagaimana sih kamu bisa menerjemahkan arti dari angka, apa ada rumusnya ya?”

Hal yang sama aku dapatkan saat pertama kali berkenalan dengan angka. Prof. Dr. Oliver Tan, Ph.D, guru Numerologi pertamaku memberikan sebuah aturan kaku dalam mendefenisikan angka. Bagi beliau angka 1 adalah angka yang mewakili kemandirian dan kesepian. Titik!

Bukannya ingin melawan guruku, namun bagi saya, jika memang demikian adanya, maka seharusnya ilmu Numerologi adalah ilmu pasti. Padahal pemahaman angka dari sisi Numerologi harus disikapi secara filosofis. Nah, filsuf tidak menghafal pelajaran PMP seperti yang biasa kita lakukan dulu. Filsuf melihat dunia dengan hasil pemikirannya sendiri.

Angka adalah bahasa universal. Kuantitas adalah ilmu pasti, dan manusia mengenalnya jauh sebelum memahami literasi. Kebutuhan angka merupakan kebutuhan dasar dan telah berada dalam program kognitif dasar manusia.

Akan tetapi, angka juga bisa menjadi sesuatu yang tidak pasti. Apalagi jika berhubungan dengan masalah perasaan. Beberapa budaya menempatkan derajat dari beberapa angka di atas yang lainnya. Seperti orang China mengkhususkan 3,6,8, dan 9 sebagai angka “hoki.”

Sebaliknya, ada beberapa angka yang dianggap keramat dan mendatangkan kesialan, semisal angka 13 yang tidak disukai karena berhubungan erat dengan cerita rakyat (urban legend), “Friday the 13th.” Begitu pula dengan angka 666 yang juga dikenal sebagai angka dari Anti-Kristus.

Beberapa angka juga memberi hubungan yang sangat personal. Seseorang yang bertanggal lahir 18, tentu memaknai angka 18 secara spesial. Namun seseorang yang memiliki benda berangka 18 yang tak disukai, tentunya punya pandangan sinis terhadapnya. Semuanya sah saja, karena hubungan pribadi angka ini tiada bedanya dengan pandangan seseorang atas hal yang disuka maupun tidak disuka.

Lebih dalam lagi, setiap manusia juga mempunyai defenisi terhadap angka. Angka 1 memiliki arti kepemimpinan bagi si Budi, sementara si Ari menyatakan bahwa angka 1 mengingatkan dirinya pada ke-Esa-an sang Pencipta.

Oleh sebab itu, meskipun angka adalah sebuah hal yang pasti, namun perasaan seseorang terhadap arti angka sangatlah berbeda. Disinilah awal dari pemahaman ilmu Numerologi.

Numerologi adalah ilmu yang melihat angka dari sisi filsafat, yang biasa saya sebut dengan istilah energi angka. Disebut sebagai energi, karena setiap angka memiliki kekuatan untuk memengaruhi pikiran, perasaan, dan tindakan diri.

Untuk itu, belajar Numerologi bukanlah hal yang sulit, namun ada 3 syarat utama yang harus dilakoni terlebih dahulu;

Pertama: Memiliki ketertarikan bahwa setiap angka memiliki makna kualitas dan bukan hanya kuantitas saja. Jika anda menganggap ilmu ini adalah omong kosong dan tulisan saya adalah sampah, maka silahkan diabaikan, dan anda tidak memiliki ketertarikan.

Kedua: Rubah pola pikirmu sebagai seorang filsuf yang melihat angka layaknya sebuah fenomena dalam kehidupan yang dapat memberi makna bagi diri kita dalam menjalani kehidupan.

Ketiga: Jangan takut salah. Setiap angka telah memiliki artinya sendiri dengan anda dalam interaksi yang sangat personal. Beberapa Numerolog mengatakan bahwa makna angka harus dihapal layaknya ilmu pasti, namun bagi saya, arti angka hanya perlu diserapi dan diresapi.

Langkah selanjutnya, buatlah daftar angka 1 hingga 9 beserta artinya menurut versimu masing-masing. Mengapa hanya angka 1 sampai 9? Karena pada dasarnya kesembilan angka ini adalah angka tunggal yang mewakili angka secara komprehensif.

Mudah bukan?

Sejarah Numerologi telah ada sejak Pythagoras mencetuskan bahwa angka adalah kekuatan yang membentuk dunia melalui jiwa dan raganya. Numerologi adalah sebuah ilmu filsafat yang berkaitan dengan angka.

Barulah pada tahun 1917, setelah seorang wanita yang bernama L Dow Balliet, menerbitkan sebuah buku berjudul: The Philosophy of Numbers: Its Tones and Colors, ilmu Numerologi kemudian mulai memperkenalkan era Modern Numerology.

Sejak saat itu, beberapa Numerolog mulai mengembangkan perhitungan layaknya rumus matematika beserta beberapa penelitian mengenai hasil perhitungan dan hubungannya dengan karakter manusia.

Untuk ilmu Numerologi yang lebih dalam, anda harus belajar rumusan angka dan huruf A-Z yang terkonversi kedalam bentuk angka beserta pola penggabungannya. 

Sebagai contoh:

Penjumlahan tanggal lahir mencerminkan Life Path, atau tujuan hidup (takdir). Penjumlahan nama kelahiran mewakili Ability, atau kemampuan (nasib). Penjumlahan huruf hidup (vokal) pada nama, mencerminkan motivasi. Penjumlahan huruf mati (konsonan) pada nama merujuk kepada karakter, dan seterusnya.

Sekali lagi, anda mampu memahami ilmu Numerologi dengan mudah melalui pemahaman masing-masing. Semoga ilmu Numerologi dapat berkembang dan tidak dipandang sebagai ilmu gaib semata.

 

SalamAngka

Rudy Gunawan, B.A., CPS®

Numerolog Pertama di Indonesia – versi Rekor MURI

 

6 komentar untuk "Belajar Numerologi Itu Gampang dan Tidak Ribet"