Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Atas Malam-malammu yang Tabah

 

unsplash.com - Jeremy Bishop


Atas malam-malammu yang tabah

Aku ingin menjadi pelancong yang tersesat

Di hatimu yang terbelah

Akan kuisi dengan banyak diorama cinta

Sebagai pengganti ornamen-ornamen

yang dipahat dengan luka


Atas malam-malammu yang tabah

Aku ingin menjadi pelarian

Saat sejenak kau butuh sandaran

Merebah lelah setelah seharian menanam resah

Di tubir matamu


Mungkin kau butuh aku

Untuk bermalam di keningmu

Barang sekadar menemani bantalmu yang kesepian

Atau mengisi kasurmu yang berlubang

Setelah terlalu lama dirundung kekosongan


Aku akan menjadi apa-apa yang kau inginkan

Entah sebagai pelancong

Atau hanya pelarian satu malam

Tapi barangkali jika kau mau

Aku akan tinggal selamanya

Mendiami kosong dan sepimu


Banjarbaru, 19 Oktober 2020

9 komentar untuk "Atas Malam-malammu yang Tabah"