Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Anda Pengidap Ambeien? Usir Pakai Daun Sintrong!

Tumbuhan Sintrong. Dokumentasi Pribadi

Ambeien atau wasir adalah penyakit umum masyarakat Indonesia, yang ditandai dengan benjolan pada anus. Ketika sedang kambuh, penderitanya tak bisa duduk dengan nyaman. Desertai rasa nyeri dan kadang-kadang gatal. Hingga berdarah saat buang air besar.

Adik lelaki saya pernah mengidap ambeien parah. Saat itu ia berumur 4-5 tahun. Ketika BAB, benjolan tersebut keluar. Perlu didorong supaya kembali lagi ke posisinya semula.

Kalau penderitanya wanita dewasa, keluhannya bertambah pada saat datang bulan. Selain susah duduk, dan gatal, perihnya tak ketulungan. Sebab area tersebut basah terkena cairan haidnya.

Kembali ke cerita adik cowok saya. Waktu kelas 2 SLA, ambeiennya sering sembuh-sembuh kambuh. Artinya sehat beberapa bulan kemudian kumat lagi. Pernah beberapa kali berobat ke puskesmas. Tetapi penyakit belum ketemu obatnya.

Saat saya bersiap-siap membawanya berobat ke puskesmas, kakak angkat saya datang bertamu.

“Ambeien? tak peru berobat ke dokter lah. Tunggu sini aku ambil obatnya. Daun capo,” katanya.

Wanita muda itu menyelinap ke kebun belakang rumah. Lima menit kemudian dia kembali.

Ternyata yang beliau maksud adalah tumbuhan sintrong. Aromanya menusuk hidung.

“Ini ...! Cepat dikukus atau diuap dalam periuk, supaya tidak layu. Tak perlu pakai garam. Setelah matang angkat. Kemudian makan sama nasi,” katanya, sambil menyerahkan obat tersebut pada saya.

Daun muda sintrong siap konsumsi.  Dokumentasi pribadi

Terjadi keajaiban mencengangkan pada adik saya itu. Sore dia mengonsumsi sintrong, bangun pagi ambiennya langsung berkurang. Duduknya  mulai agak enak.

Hanya sempat makannya 3 kali. Setelah itu dia pulang ke tempat kosnya. Alhamdulillah. Sampai sekarang wasirnya tak pernah muncul lagi.

Seperti tanaman umumnya, sintrong punya beragam nama sesuai daerah masing-masing. Kalau di Kerinci sini disebut capo, di Jawa dikenal dengan salentrong. Tentu di Aceh dan Padang berbeda-beda pula.

Tumbuhan berbahasa ilmiah Crassocephalum crepidioides ini biasanya tumbuh liar pada sembarangan tempat. Seperti di tanah kosong, pinggir jalan, pematang sawah, dan sebagainya. Berbaur dengan gulma pengganggu.

Bunga Sintrong yang masih kuncup. Dokumentasi pribadi
 
Menurut tetangga saya asal Sukabumi, sintrong termasuk salah satu lalapan yang digemari masyarakat Jawa Barat.

Sebagian warga kami juga memanfaatkan daun sintrong untuk sayuran. Khususnya golongan kakek nenek kampung. Nyantapnya dengan cara dilalap mentah, ditumis, ada juga dibuat  sayur bening.

Tetapi khusus untuk obat ambeien disarankan mengukus atau diuap (tidak terlalu matang).  Mungkin tujuannya agar kandungan zat di dalamnya tetap terjaga, tidak keluar dari daun dan batangnya. Anjuran dosisnya 4-5 tangkai daun/pucuk  mudanya untuk sekali makan, dua kali sehari pagi dan sore.

Banyak juga orang tidak menyukai sayuran yang satu ini. Terutama generasi milenial. Hal tersebut dapat dipahami mengingat aromanya yang menyengat tajam.

Demikian manfaat dan khasiat daun sintrong serta cara mengolahnya untuk mengobati ambeien. Semoga bermanfaat.

****

5 komentar untuk "Anda Pengidap Ambeien? Usir Pakai Daun Sintrong!"

  1. Terima kasih Eyang Uti, infonya bagus

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat bunda 😊

    BalasHapus
  3. Terima kasih untuk artikelnya Bu.. bermanfaat☺️👍

    BalasHapus
  4. Saya dulu suka lalapan ini waktu tinggal di Jakarta. Ternyata ini toh khasiatnya.

    BalasHapus

Berlangganan via Email