Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Anak Perempuan yang Melihat Ayahnya Mati

 

Gambar oleh Daniela Dimitrova dari pixabay.com

Gambar oleh Daniela Dimitrova dari pixabay.com

Anak kecil, yang masih polos bersih suci hatinya, biasanya mampu melihat sesuatu yang tidak bisa dinalar oleh orang dewasa. 

Seorang anak perempuan memiliki kepekaan, bisa melihat apa yang akan terjadi terhadap orang terdekatnya, apalagi Ayah kandungnya.

Suatu malam, seorang Ayah mengantar anak perempuannya tidur. Ia merapikan selimut dan mengecup dahi anak kesayangannya.

"Selamat tidur anakku."

"Selamat tinggal nenek," anak perempuan itu tersenyum memandang langit-langit.

Sejenak pria itu terheran-heran dan hendak bertanya, tetapi kemudian diurungkannya.

Keesokan harinya, pria tersebut mendengar kabar bahwa ibunda dari istrinya telah meninggal dunia. Ia teringat perkataan anak perempuannya.

Beberapa waktu kemudian, ketika menemani anak perempuan tercintanya tidur, ia melihatnya sedang memandang langit-langit dan berkata.

"Selamat tinggal Kakek."

Keesokan harinya, pria tersebut mendengar kabar bahwa ayahanda dari istrinya telah meninggal dunia.

Pria yang sangat menyayangi keluarganya itu sekarang merasa yakin, bahwa anak perempuannya bisa melihat orang yang akan meninggal. Ia menganggapnya sebagai anugerah, suatu kelebihan yang mungkin akan berguna di kemudian hari.

Seperti biasa, pria baik hati itu menemani anak perempuannya tidur. Ia tidak heran ketika anak perempuannya memandang langit-langit.

"Selamat tinggal Ayah."

Perkataan anak perempuan itu membuatnya seperti disambar geledek. Butiran keringat dingin mulai menetes di dahinya.

Setelah Subuh, dengan panik pria tersebut menyampaikan kepada istrinya, bahwa ia akan menginap di kantor.

Selama di kantor, ia tidak mau menerima tamu siapapun, tidak mau menerima telepon dari manapun, dan mematikan telpon genggamnya. Kali ini ia benar-benar sangat ketakutan.

Semalaman ia tidak bisa tidur, bersiaga penuh menjaga diri dari segala kemungkinan. Kecurigaan, syak wasangka, dan --bisa jadi-- perasaan paranoid parah melandanya.

Sampai esok pagi, tidak terjadi apa-apa. Pria itu sehat walafiat, segar bugar, dan masih bernapas, kendati matanya sudah 5 Watt.

Sesampainya di rumah, istrinya dipeluk dengan erat. Lega!

"Papah kenapa sih? Susah banget dihubungi. Kata orang kantor kamu gak mau menerima telepon."

"Aku menipu kematian, ternyata ia bisa dihindari," pria itu mengisahkan pengalamannya dengan riang.

"Mamah cuman mau memberi tahu, Pak Pono, atasan Mamah di kantor, semalam meninggal dunia."


11 komentar untuk "Anak Perempuan yang Melihat Ayahnya Mati"

Berlangganan via Email