Header Atas - Panjang

Aku Tunggu di Gerbang Akhirat (Bagian Satu)

 

Dokpri

Bagian Satu 

 

~1~

 

"Tiga bulan sebelum meninggal dunia, tingkah lakunya menjadi seperti Anak-anak kembali,"

"Gimana, Pak?"

"Tiga bulan sebelum meninggal dunia, tepatnya selama 40 Hari lamanya, Noormah tidak mau memakai baju sehabis keluar dari kamar mandi,"

“Maksudnya?”

“Selama 40 hari Noormah tidak bisa mandi sendiri,”

"Jadi selama 40 hari Bapak yang memandikan Ibu?"

"Iya. Sebenarnya Noormah bisa mandi sendiri, tapi tingkah lakunya Bapak lihat seperti kembali menjadi anak-anak, terkadang dia suka duduk di dalam Ember besar yang berisi air hangat itu sambil bermain air. Tapi yang bikin Bapak syok  adalah ketika dengan cueknya dia keluar dari dalam kamar mandi, tanpa mengenakan handuk terlebih dahulu,”

"Bugil?"

"Iya, padahal selalu Bapak ingetkan, kalau mau keluar dari kamar mandi itu harus pakai handuk atau baju dulu, sebab malu dilihat sama anak-anak dan menantu yang ada di rumah ini,”

"Trus, apa jawaban bu Noormah?"

"Noormah cuma senyum-senyum sambil mempermainkan rambut di kepala Bapak yang lagi duduk di depannya, sedang memasangkan Celana Dalamnya, “Kenapa musti malu? Anak-anak kita itu dulu juga semuanya keluar dari dalam sini,” katanya lagi, sambil menunjuk kearah Celana Dalamnya sendiri,"

"Iya, trus Bapak bilang apa?"

"Tapi kan ada menantu kita juga di rumah ini, Mak," jawab bapak sambil memakaikan minyak angin ke tubuhnya. “Walaupun mereka lahir bukan dari dalam rahimku sendiri, tapi mereka sudah kuanggap seperti anak kandungku sendiri," Noormah tetap pada pendiriannya.

"Iya, trus Bapak jawab apa,"

"Bapak gak menjawab lagi, sebab Bapak tau, Noormah itu kalau katanya A, mau dipaksa sekalipun dia gak bakalan mau merubah menjadi B,"

"Watak bu Noormah, keras ya Pak?"

"Iya,"

"Selama 40 hari itu bu Noormah pernah keluar rumah dalam keadaan bugil?"

"Nggak, Noormah paling bugil di dalam rumah saja, itupun setiap dia selesai di mandikan pada jam 9 pagi," 

"Sehari sekali mandi nya ya?"

"Iya, biasanya selesai mandi dia akan minta uang Rp.20.000, sama Bapak untuk pergi ke Warung, dan itu setiap hari begitu selama 40 hari dan baru nanti sebelum adzan Zuhur Noormah pulang ke rumah untuk sholat zuhur di rumah,"

"Oh gitu. Jadi kalau Bapak nggak di rumah, siapa yang memandikan Ibuk?"

"Noormah gak pernah mau di mandikan oleh orang lain, selain sama Bapak,"

"Oo gitu?"

"Bapak cuma memandikan Noormah, biasanya sebelum jam 9 pagi, Ira selalu merebuskan air buat mandi Ibu nya, setelah dia tuangkan air ke dalam Ember besar dan di campur dengan air dingin, Ira baru meminta Bapak untuk memandikan Noormah," 

"Ira itu anak perempuan Bapak?"

"Menantu. Pernikan Bapak dengan Noormah tidak dikaruniai anak perempuan,"

"Oh gitu, sebelum menikah dengan bu Noormah, Bapak pernah menikah sebelumnya?"

"Iya, kami menikah sudah sama-sama memegang status Duda sama Janda,"

"Sama-sama sudah memiliki anak dari Suami/Istri pertama?"

"Dari suami pertamanya, Noormah mempunyai satu orang anak, laki-laki,"

"Anak Bapak dari istri pertama ada?"

"Nggak ada, Bapak nggak sempat punya anak dari istri pertama. Pernikahan Bapak dengan Tata cuma bertahan satu tahun,"

"Iya, Tata itu nama istri pertama Bapak?”

“Iya,”

“Trus setelah pisah dengan bu Tata, Bapak ketemu bu Noormah?" 

"Nggak langsung ketemu, panjang ceritanya." 

"Gimana?"

"Kalau di ceritakan, bisa Tujuh hari tujuh malam kita bercerita di tempat ini,”

“Hehehe, baiklah. Trus?”

“Bapak sama Noormah itu sebenarnya satu kampung, di Sumatera Utara,"

"Bapak sama bu Noormah memiliki Marga?"

"Nggak, orangtua Bapak aslinya campuran Jawa-Banjar dan orangtua Noormah itu campuran Melayu-Dayak, tapi kami sama-sama kelahiran Binjai, Sumatera Utara."

"Oo gitu,"

 

 


Bersambung

 

Catatan: Di buat oleh, Warkasa1919 dan Apriani1919.  Cerita ini hanya fiksi belaka, jika ada kesamaan Foto, nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

 

Posting Komentar

7 Komentar