Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kembali ke Bumi

Aku turun ke bumi kala desahmu terbawa bayu mengantar buluh rindu lalu menyapa sukmaku.

Cerita itu lalu datang. Tentang gemintang yang berlarian lintang pukang menyulam langit kelam agar malam tak jadi suram. Demikian engkau tuturkan.

Berkat kau aku kembali ke bumi. Karena kau pandai merajut pelangi dari segenggam renyai yang mengejai dan sejumput mentari yang sembunyi. 

istockphoto.com

Bila gurun tak merintangi kau menyapaku, maka tak patut samudra membuatku pilu karena merayu setangkup rindu darimu.

Jika gunung tak menghalangimu menyampaikan warita tentang cinta, maka patutlah pawana menyasap duka dari dada supaya kita bersama.

Aku kembali ke bumi. Karena kau sebarkan asa tentang bahagia di suargaloka yang baka, tempat kita bersuka cita.

Aku tak lagi bersemayam dalam khayalan tak bersempadan, karena aku menyambut bentangan yang kau rentangkan.

Untuk engkaulah aku kembali ke bumi, tempawan hati.

14 komentar untuk "Kembali ke Bumi"

Warkasa1919 28 Oktober 2020 23.25 Hapus Komentar
Selalu keren dan mampu membuat siapa saja yang membacanya merasa bahwa puisi ini ditujukan buat dia☺️👍

Sebutir Mutiara itu walau ditempatkan dimanapun tetap akan menjadi mutiara ya🙄😂🙏☕
Indra R 28 Oktober 2020 23.42 Hapus Komentar
👍👍👍
Desi Oktoriana 29 Oktober 2020 06.49 Hapus Komentar
Diksinya apik tenan, banyak kata unik yang jarang dipakai disusun dengan pas membuat puisi ini memberi kesegaran baru ya...

Seperti hujan yang senantiasa kemabali ke bumi, puisi ini seakan memberi harapan baru menyemai kasih penuh rindu. Mantap!
Budi Susilo 29 Oktober 2020 07.31 Hapus Komentar
Apik ini mbak. Saya paling gak bisa bikin puisi
Apriani1919 29 Oktober 2020 09.07 Hapus Komentar
Kerren mba Yana
Yana 29 Oktober 2020 10.55 Hapus Komentar
🤭🙏🙏
Yana 29 Oktober 2020 10.56 Hapus Komentar
Kyk Mbak Dinni ya kerennya, heheh!
Yana 29 Oktober 2020 10.57 Hapus Komentar
Pak Budi jago nulis artikel.
Yana 29 Oktober 2020 10.59 Hapus Komentar
Teh Desi cocok jd pengamat sastra. Ngerti semuanya, saya ikut belajar donk, Teh.
Yana 29 Oktober 2020 11.00 Hapus Komentar
Buat dia dan kamu, uhuuyy! 😂✌️
Mutiara dari timur itu kalau ga salah Andi Meriam Mattalatta, heeheh!
Meduster 29 Oktober 2020 11.11 Hapus Komentar
Selalu keren mba Yana mantap jiwa
Yana 29 Oktober 2020 11.23 Hapus Komentar
Mantap kyk chef Erina selalu 😘
Widz Stoops 30 Oktober 2020 05.42 Hapus Komentar
Sama .. OmBud, saya cuma bisa puisi yang sederhana.. itu juga nunggu idenya lamaa.. ha ha
Warkasa1919 30 Oktober 2020 09.14 Hapus Komentar
🙄😂😂🙏

Berlangganan via Email