Header Atas - Panjang

Aku Harus Apa?


 




                Dokpri: Ikhsan El Muhammad 


Pernah aku melihatmu di balik jendela doa
Hentakku tergetar tanpa sengaja namamu tersebut di dalam sujud istiqhara
Gamang kumeraba bisik jiwa
Mengapa ada bayangmu di antara dia memeluk kasturi raga

Cawan jiwa di teres darah 
Telah kuteguk walau netra merinai basah
Bagai balada yang mengiris tapi aku cinta
Wajah doa tak mampu lagi kusapa
Aku takut mihrab pada pinta menulis namamu disana

Aku harus apa, Anggraeni .. ?

Jika esok jasad pada ragaku menghibah doa padamu
Akanku katakan pada sisa remah pada renta usia
Yang merajutkan sunyi di air mata mimpi
Doaku menjamu setiap adamu entah untuk rindu atau bencimu

Tapi inilah aku yang ingin memetik indah pucuk daun hati
Untukku simpan diatas altar nisan putihku
Selimut doa yang kuhamparkan untukmu
Bukan untuk mendinginkamu, tapi untuk engkau bawa satu lentera di dingin Sukma

Kita akan terjatuh tapi aku hanya meminta tegar ragamu untuk engkau jaga pada hatiku
Aku tak mampu menyeka rinai basah di ujung netramu
Tak mampu pula mengecup retina jaga untuk lelap rindu
Hanya titipan doa sampai waktu mengikis setiap ingat kenang

Anggraeni, Aku harus apa ..?

Engkau hadir sebagai doa yang tak terduga
Karena aku menyayangimu tanpa satu perjanjian jiwa pada akadnya
Cukup nikahi batinku
Ihklas ku relakan sendi molek jasadku
Hanya untukmu yang memberi senyum di lesung pipi kelopak bibirku.

Kediri, 13 Oktober 2029
Buah karya: Le Putra Marsyah

Posting Komentar

12 Komentar