Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wajah-wajah Asing

Ilustrasi gambar hasil tangkap layar catataniseng.com



Aku tidak tahu kenapa banyak topeng yang harus kupakai. Wajah-wajah asing yang bukan milikku. Wajah-wajah yang sebenarnya dulu kuangankan, dengan cerita dan panggungku sendiri 


Tapi perjalanan waktu membuat alur cerita berbelok arah. Impian runtuh patah di tengah 


Sejatinya hidup adalah drama. Kadang aku menjadi badut menertawai tubuhku yang luka. Berdiri di muka tersorot cahaya, agar di belakang tertutupi, bahwa sebenarnya aku tak punya apa-apa 


Dan setiap saat selalu ada panggung. Wajah-wajah itu kembali kupakai. Aku membiasakan diri agar berdiri tak canggung 


Baik sebagai pelakon, maupun penonton 


***


Cilegon, September 2020 

17 komentar untuk "Wajah-wajah Asing "

  1. Dunia ini...panggung sandiwara...

    BalasHapus
  2. Keren Yah, apa lagi pas dengar puisi ini dibacakan kemarin..

    BalasHapus
  3. Penonton, pelakon, atau sang dalang?

    BalasHapus
  4. Dan kau trlah tak lagi mengenaliku
    Apakah aku sudah asing bagimu?


    Ahaayyy

    BalasHapus
  5. Mantap yaaah...banyak pelakon di dunia ini😁

    BalasHapus
  6. Sekarang lagi pake topeng yg mana Ayah?

    BalasHapus
  7. Puisi yang menarik. Wajah-wajah asing bukan saja tak dikenali oleh kita tapi wajah yang tak dikenali oleh diri sendiri. Keren!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mbak Desi. Salam hangat.

      Hapus
    2. Terima kasih Mbak Desi. Salam hangat.

      Hapus