Header Atas - Panjang

[Sepenggal Kisah Wanita Aroma Kopi2] Rinai dalam Kenangan

Sumber gambar


https://pin.it/TfuPodJ


Ketika sunyi menghampiri
Aku teringat rinai 
Rintik-rintik perlahan-lahan membasahi bumi
Aku menunggu dengan gelisah
Dengan segala resah

Rembulan masih tersenyum
Menyinari pekatnya malam
Menit berganti dengan jam
Jalanan setapak dihiasi lampu temaram

Rinai masih setia
Menambah suasana gundah
Yang ditunggu belum kembali
Apakah dia tersesat

Di bawah aroma kopi
Mereka masih berkencan
Hingga lupa pulang

Lama aku menanti
Menunggunya hingga hati letih
Penghuni rumah mencari
Dimanakah wanita aroma kopi itu berada?

Kecintaannya terhadap mahluk bernama kopi
Membuat dia lupa jalan pulang
Dengan kasih tak terbatas dibelai dan disayang tanpa sadar mentari mulai tenggelam

Pekat malam menemani langkah kaki wanita perkasa
Rembulan tetap setia menerangi derap langkahnya
Kekasihnya yang beraroma itu setia menemani langkahnya

Jurang terjal kecewa
Tak bisa berjumpa dengan perempuan perkasa itu

Hujan masih gerimis
Langkah kaki tua perkasa
Tiba dengan gemetar
Kekasih jiwanya menyambutnya dengan pelukan hangat
Sehangat secangkir kopi

Bekasi, 20092020

Post a Comment

6 Comments

  1. Selamat pagi, meski belum ada kopi

    ReplyDelete
  2. MantapπŸ‘πŸ‘ puisi dan gambarnya ok punya πŸ˜‰

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mba Dini, aku terinspirasi dari puisi mu sipecinta kopi, aku meniru, ternyata bisa juga kenangan indah yang terukir itu dituangkan dalam puisi πŸ˜€πŸ˜€

      Delete