Header Atas - Panjang

Orkestra

Gambar: Canva/yanahaudy0

"Tidak perlu kau jadi Hans Zimmer, jadi Aksan Sjuman dan Candra Darusman pun cukup. Dia orang Indonesia, kau juga," Beni menyeruput kopinya sementara Rano tercenung dengan masih sembarang memainkan gitarnya di nada C mayor.

"Aksan dan Candra tidak main gitar," sahut Rano.

"Hans Zimmer juga tidak, dia komposer dan pianis."

"Tahu dari mana?!"

Kali ini Beni mengisap rokoknya dalam-dalam, "Google."

Rano mengabaikan Beni dan kembali memetik gitarnya sambil menebak-nebak akan bekerja dengan musisi siapa saja nanti.

Rano dapat tawaran bergabung dengan sekelompok musisi untuk membuat lagu tema film terbaru garapan sutradara Hayong Laksono. Hayong dikenal sering menggarap film religi, sementara aliran musik yang dimainkan Rano adalah rock. Jadi Rano terus menebak apakah musisi rock atau pop yang akan bekerja bersamanya nanti. 

"Ran..." Beni menepuk pundak Rano keras dan tiba-tiba, "Aku pulang dulu. Kabari aku kalau kau sudah tahu siapa saja rekan musisimu."

Rano hanya mengangguk dan mengangkat tangan kanannya melepas Beni pergi.

Rano menaruh gitarnya dan membuka YouTube untuk mencari lagu-lagu dalam setiap film yang dibuat Hayong. Tidak perlu waktu lama, Rano dapat menyimpulkan bahwa semua lagu dalam film Hayong adalah pop melankolis, maklum film religi.

Rano memasang headphone ke kepalanya lalu mulai mencari lagu-lagu pop religi di ponselnya pada aplikasi Joox.

Tidak mungkin lagu seperti ini yang aku ciptakan, batin Rano saat mendengar Opick, Hadad Alwi, dan Sabyan Gambus berkelebatan di telinganya.

Dibukanya seluruh jendela rumahnya lebar-lebar untuk mencari udara segar. Diseduhnya kopi instan sasetan dengan air panas dari dispenser.

Kopi dan jendela yang terbuka seketika memberi Rano ide.

Dia akan membuat musik rock yang diramu secara orkestra seperti Hans Zimmer, menggunakan drum seperti Aksan, dan piano seperti Candra. Mungkin juga ditambah suara-suara alam seperti gunung meletus. Mana tahu Hayong akan membuat film azab gunung meletus atau apa.

Rano mencari komposisi musik yang pas di keyboardnya sambil berharap musik itu benar-benar harmonis.

Harmonis seperti orkestra alam dimana suara jangkrik dan tonggeret bersahutan kala yang satu minta hujan dan yang lain minta pasangan. 

Posting Komentar

6 Komentar