Header Atas - Panjang

Ikan Asin

Hari ini Kosim bertugas mengantar paket ke sebuah pemukiman padat penduduk. Tak sungkan ia menjelajahi pemukiman model itu karena rumah kontrakannya juga terletak di kampung padat pinggir kali. Sebagai kurir jasa pengiriman barang dia sudah biasa mengantar ke berbagai tempat. Yang jadi soal, Kosim sangat lelah dan lapar.  

Cookpad com/SeptiMaulida

Tadi pagi ia tak sempat sarapan karena kesiangan. Jadi meskipun menjelang tengah hari ini hanya sedikit paket yang diantar, Kosim merasa seperti telah bekerja seharian. 

Dia ingin sesegera mungkin mengantar paket yang tersisa tiga lalu mencari warung nasi terdekat untuk makan siang.

Tiba-tiba diendusnya bau ikan asin. Harum sekali. Baru kali itu ia merasakan aroma ikan asin yang berbeda dari yang biasa digoreng Bu Asrul tetangganya.

Ikan asin itu makin membangkitkan rasa lapar Kosim. Alangkah nikmatnya makan dengan lauk ikan asin. Ditambah sambal terasi yang pedas mungkin tambah lezat.

Cepat-cepat diantarkannya dua paket terakhir agar ia bisa segera makan siang. Ia begitu ingin mencicipi menu makan siang dengan ikan asin.

Sebelumnya Kosim sering mencium aroma ikan asin hampir setiap malam dari dapur Bu Asrul tetangga sebelah rumahnya. Kosim sebal sekali bila hidungnya mencium bau ikan asin. Baunya begitu menyengat. Rasanya seluruh rumah jadi lengket tercemar bau ikan asin.

Sekali waktu istrinya pernah membuat ikan peda yang dimasak dengan jagung manis dan potongan cabai hijau besar. Kosim urung memakan masakan istrinya begitu tahu ada ikan asin di menu makannya.

Entah mengapa hari ini Kosim jadi terbit air liurnya. Apakah ikan asin ini beda dengan ikan yang sering digoreng Bu Asrul, pikir Kosim. 

Paket terakhir selesai diantarnya. Perutnya keroncongan. Kosim mampir ke warung nasi yang sederhana namun bersih. Segera ia memarkir dan mengunci motornya.

"Makan apa, Mas?” tanya penjaga warung nasi ketika Kosim masuk.

Mata Kosim melihat-lihat kedalam etalase kaca tempat menghidangkan makanan.

Ada ikan asin?” tanya Kosim.

"Ikan asin ndak ada. Makan yang lain saja, Mas,” jawab penjaga warung.

Kosim kecewa karena tak bisa makan ikan asin. Ia ingin mencari warung nasi lain tapi perutnya sudah sangat lapar. Kosim memutuskan melahap nasi dan soto ayam.

Pukul tiga sore Kosim sudah sampai di rumah. Istrinya sedang menyuapi anak mereka yang berumur empat tahun. 

Digendong dan diciumnya pipi anak itu sebelum ia  duduk.

"Sri, bisa tidak kamu goreng ikan asin untuk makan malam?” tanya Kosim sambil membuka sepatu dan kaos kakinya.

Istrinya heran, "ikan asin? Mas kan tidak suka ikan asin, kenapa Mas ingin makan ikan asin?!”

Tadi siang aku mencium bau ikan asin yang sedang digoreng lalu tiba-tiba aku ingin makan ikan asin. Bisa tidak kamu goreng ikan asin nanti malam?” ujarnya sambil memastikan istrinya akan menggoreng ikan asin.

"Sudah sore begini warung Mpok Ijah tutup. Beli ikan asin dimana sore-sore begini?” kata istrinya. 

“Bagaimana kalau besok saja, Mas? Besok pagi aku beli ikan asin lalu aku goreng sebelum Mas pulang kerja.”

Lagi-lagi Kosim kecewa.

Pagi esoknya sebelum berangkat kerja, Kosim mewanti-wanti istrinya agar memasak ikan asin. Dia ingin semua masakan istrinya berbahan ikan asin. Istrinya tak habis pikir kenapa suaminya tiba-tiba menggebu-gebu sangat ingin makan ikan asin.

Siangnya setelah mengantar paket di daerah Mampang Prapatan, Kosim makan siang di sebuah warung nasi. Kosim girang karena di warung itu ada menu sambal ikan asin. 

Dia makan dengan lahap. Satu piring habis, dia minta tambah. Penjaga warung nasi mencoba menawarkan menu lain karena dilihatnya Kosim hanya makan dengan sambal ikan asin.

"Mau sayur, Mas? Biar tambah enak. Sayurnya tidak bayar kok,” tawar si penjaga warung mengira Kosim tak punya duit.

Kosim menggeleng. Dia hanya minta tambah es teh manis. Setelah piring kedua habis. Kosim minta tambah lagi. 

Walaupun sudah makan dua piring nasi, selera makan Kosim tak berubah. Ia tetap makan piring ketiganya dengan lahap.

Penjaga warung nasi berulang kali melihat kearah Kosim dengan penuh tanda tanya. Baru kali itu dilihatnya pengunjung tambah makan sampai tiga kali dan lauknya cuma ikan asin. Piring ketiga dihabiskannya dengan tandas tak bersisa. Selesai merokok Kosim membayar makanannya dan kembali melanjutkan pekerjaannya mengantar paket.

Sejam kemudian Kosim merasakan perutnya mulas. Perutnya tiba-tiba melilit. Ia berusaha menahannya sambil terus mengendarai motornya. Tak tahan ia mampir ke minimarket untuk numpang ke toilet  Tak lama dari minimarket perutnya mulas lagi. Dia berhenti pada sebuah warung kopi numpang ke WC pada pemiliknya. 

Beberapa menit lagi Kosim mulas lagi. Begitu seterusnya sampai menjelang maghrib. Kosim terus-menerus mulas dan perutnya melilit. 

Sesampainya di rumah Kosim sudah kelelahan. Dia memegangi perutnya yang perih. Istrinya menyambut dengan khawatir.

"Ada apa, Mas? Kok pucat?” tanya istrinya. 

Kosim tak bisa menjawab.

Istrinya mengira Kosim masuk angin dan membuatkan teh panas. Istrinya meminta Kosim meminumnya pelan-pelan selagi panas.

"Setelah tehnya habis. Mas harus makan supaya tidak tambah masuk angin. Aku sudah masak ikan asin sesuai permintaan Mas. Ada ikan asin goreng, balado ikan asin, ikan peda tumis jagung muda, ikan asin sayur kuning, dan ikan asin tauco” kata istrinya.

Kosim lemas mendengar istrinya menyebut jenis masakan ikan asin yang demikian banyak. Kosim menggeleng menolak makan.

"Lho, kan Mas minta dibuatkan berbagai masakan ikan asin, aku sudah masak banyak lho! Setelah ini Mas makan dulu lalu mandi. Pasti akan segar lagi,” tukas istrinya.

Sekali lagi mendengar ikan asin perut Kosim kembali mulas dan melilit. Tak lama kemudian istrinya mengambil sepiring nasi dengan lauk ikan asin untuk Kosim. 

Melihat apa yang dibawa istrinya, Kosim lemas dan langsung tak sadarkan diri.

Post a Comment

14 Comments

  1. 😂😂😂😂 mabok ikan asin 😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Aku gak kuat kalo diajak mabuk Bu. 🤭🤭 Colek Bu Yana 🤭🤭

      Delete
    2. Kalo bujangan biasanya mabuk kepayang 🤭🙈

      Delete
    3. Kepayang itu nama Kabupaten tempat ku ngajar bu🤭

      Delete
  2. Wuahahaha...

    Kosim jadi trauma dengan ikan asin ya😂😂🙏

    ReplyDelete
  3. Waooo dahsyat nya ikan asin 😀😀😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. 😂😂 sampe bikin orang pingsan.

      Delete
  4. Jadi pengen ikan asin hiks.. 😔

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikan asin impor dr Indo enak,Mbak, hahah!

      Delete
  5. Sambal Ikan pedo... jenis yg aku pingin makan sekarang...😭😭

    ReplyDelete