Header Atas - Panjang

Dermaga Pukul Sembilan

Dokpri Le Putra Marsyah

 

DERMAGA PUKUL SEMBILAN

_____________

Anggraeni, di bibir malam, aku duduk membelakangi bulan. 

Canda kecil yang kau tuang, 

Terlihat membungkuk tua di ceritamu.


Bagimu berteman dekat adalah rindu. 

Hingga langkahmu menangis memeluk debu jalanan. 

Saat bintang tak lagi kembali ke dasar mimpimu.


Anggraeni, sepoi suaramu, pelan berayun. 

Beberapa nada berantakan ketika sudah setengah waktu kering di matamu.

Dan lagumu terlihat berat memungut lambaiku.


Petikan candamu pun sayup di ayu kitabku.

Denting helai rambutmu yang memetik tiupan belaiku 

Adalah titik piano tanpa tuts hitam kopiku. 

Dan putihnyapun tak lagi terbang di dada langitku, Anggraeni..


Kediri, 27 September 2020

Buah Karya: Le Putra Marsyah

Posting Komentar

8 Komentar