Header Atas - Panjang

Dear Cat Lovers, Inilah 4 Alasan Mengapa Kamu Perlu Pelihara Kucing Kampung

Kucing Kampung. Dokpri

Kucing kampung? Hemm, jangan salah loh ya! Kucing, di manapun mereka berada, namanya tetaplah kucing. Entah itu kucing yang berdiam di dusun, kucing yang berdiam di kota, hingga kucing yang berdiam di hutan semuanya adalah kucing.

Maka dari itulah, sebagai cat loves, sudah sepantasnya kita tak terlalu berlebihan dalam membeda-bedakan kucing. Kucing “rumahan” barangkali lebih disenangi oleh beberapa orang karena bulunya yang tebal, halus, berbadan besar hingga mahal. Tapi, kucing kampung juga imut kok.

Nah, pertanyaannya sekarang, adakah kucing kampung di rumahmu? Kalo belum ada dan kebetulan kamu tidak alergi dengan bulu kucing, sebaiknya boleh deh kita pelihara kucing di rumah.

Alasannya? Baiklah, berikut aku hadirkan 4 alasan mengapa kita perlu memelihara kucing kampung. Kebetulan aku juga punya beberapa ekor kucing loh.

Pertama, Menyelamatkan Hidup Kucing Kampung

Kucing Kampung. Dokpri

Sudah bukan keanehan lagi kalau hampir setiap hari kita temui banyak kucing kampung yang terbuang dan berserakan di jalanan. Aku sendiri pun cukup sering membaca berita pilu ini.

Kadang, ada 3-5 ekor anak kucing yang ditemukan warga berada di dalam kardus dekat siring pinggir jalan. Kadang pula, ada kucing yang ditaruh oleh pihak yang tak bertanggungjawab ke depan pintu warga di malam hari. Semuanya kucing kampung?

Tentu saja. Mana ada orang yang mau membuang kucing rumahan. Paling tidak, kucing rumahan itu mahal. Hemm, miris!

Nah, kalau kita cukup sayang dan perhatian dengan kucing kampung, tidak ada salahnya untuk memelihara hewan imut ini di rumah. Toh, kita bisa mendapatkan kucing kampung secara gratis sekaligus menyelamatkan hidup sang kucing kampung.

Lha, daripada sang kucing terluntang-lantung lalu kemudian mati tertabrak truk di jalan! Hemm

Kedua, Rumah Kita Jadi Aman dari Gangguan Cicak dan Tikus

Tikus. Foto: Pixabay

Selama ini, berdasarkan pengalamanku, aku punya anggapan bahwasannya tikus dan cicak itu lebih takut dengan kucing kampung daripada kucing rumahan. Mengapa demikian?

Kalau kata ibuku, kucing kampung baunya lebih kuat dan sangat ditakuti oleh tikus. Beda dengan kucing rumahan yang kebanyakan lebih sering dikurung di rumah. Kucing rumahan seperti Anggora maupun Persia kurang memiliki bau yang menusuk sehingga tikus tak takut sama sekali.

Lha, kan dikurung dalam kandang kucing, mungkin tikus dan cicak di dinding malah ketawa bahagia. Hohoho

Maka dari itulah, dengan adanya kucing kampung di rumah, setidaknya istana kita sudah aman dari gangguan tikus maupun cicak.

Ketiga, Makanan Kucing Kampung Tidak Perlu yang Mahal-Mahal

Kucing Kampung. Dokpri

Nah, alasan lain mengapa kucing kampung itu mudah untuk dipelihara adalah, cat lovers tidak perlu repot-repot mencari makanan yang “mewah” untuk sang kucing. Bahkan, beberapa ekor kucing, termasuk kucing peliharaanku sangat senang makan nasi campur ikan asin panggang.

Dan yang lebih serunya lagi, kucing kampung juga suka berburu makanan. Kadang berburu belalang samping rumah, kadang berburu tikus, dan kadang pula makan jagung manis rebus. Uhh, sungguh bahagia ketika kita melihat kucing kampung makan dengan lahapnya.

Keempat, Kucing Kampung Juga Lucu, Imut, dan Mudah Diajari Tentang Kebersihan

Kucing Kampung. Dokpri

Di awal tulisan ini sudah kuterangkan bahwasannya semua jenis kucing itu sama. Nah, kucing kampung juga lucu dan imut. Terlebih lagi bila kucing itu masih berusia 2-5 bulan, semakin teranglah kelucuan dan keimutan kucing tadi.

Bahkan, sang induk kucing pun bisa terlihat imut ketika sedang bermain dengan anak-anak kucing. Itulah serunya kalau di rumah kita ramai kehadiran kucing kampung.

Kucing Kampung yang masih imut. Dokpri

Dan selain itu, sepengalamanku, kucing kampung cukup mudah diajar. Dibandingkan dengan kucing-kucing mahal, kucing kampung hidupnya relatif lebih bebas. Bebas tidur di mana, bebas bermain di mana, bebas makan apa, sehingga kita tak perlu repot-repot siapkan kandanganya.

Nah, di balik kebebasan sang kucing kampung, hewan kesayangan Rasul ini juga mudah untuk diajari. Toh, kucing itu hewan pembersih, kan?

Ya, kucing kampung mudah untuk diajari tentang kebersihan, terutama kebersihan diri kucing itu sendiri. Selain mampu merawat kebersihan badan dan bulu, kucing juga bisa diajari buang air besar maupun kecil di tempat yang seharusnya.

Biasanya, kucing kampung sering buang hajat dengan menggali tanah, kan? Nah, sejak kucing itu kecil, boleh kita kenalkan sang kucing dengan tanah sehingga dalam 3-4 kali pindah, kucing kampung akan terbiasa membuang kotoran di sana.

Jadi, yuk kita pelihara kucing kampung. J

Salam.

Post a Comment

8 Comments

  1. Hmmm penggemar kucing juga ya, jadi ingat si bungsu 😀

    ReplyDelete
  2. Waah ternyata penggemar Kucing juga ya pak Guru😀 bermanfaat artikelnya. Trims☺️👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya pak. Biar gak kesepian. Ahay🤭🤭🙏

      Delete
  3. Awww! Kucingnya lucu2 kayak Bang Ozy yah 🤭

    ReplyDelete