Header Atas - Panjang

Berkebun Sayuran, Sebagai Kombinasi Tanaman Hias Sekaligus Bisa Petik Manfaatnya


                           (dokpri)

Siapa sih yang tidak kenal buah yang satu ini. Bagian tumbuhan yang biasa dimanfaatkan segala kalangan masyarakat adalah buahnya. Tentu saja, si buah cabai. 

Meskipun bagian buahnya yang dimanfaatkan, cabe ini tergolong sayuran. Karena biasa dimasak di dapur bersama aneka jenis sayuran lainnya sebagai penambah cita rasa pedas. 

Beberapa jenis cabai yang pernah singgah di halaman saya.

a. Cabai rawit
Tanaman cabai rawit hijau ini terkenal pedasnya. Biasa buat dimakan menemani gorengan. Juga bisa dijadikan sambal untuk rujak dan pecel. Bahkan berguna pula untuk masak sayur oseng-oseng atau tumis.

Indonesia begitu kaya raya hasil alam. Cabai tumbuh subur dan bahkan bisa dapat gratis kalau di desa para tetangga yang banyak menanam cabe. Lagi-lagi proyek "vegetables for free"


b. Cabai rawit merah
Bedanya dengan cabai rawit hijau, adalah warnanya kuning waktu masih muda dan akhirnya menjadi merah setelah matang. Rasanya juga sama pedas dengan cabai rawit hijau.

Waktu sedang panen cabai, ibu dan saya tak perlu lagi belanja cabai untuk beberapa hari. Kami memasak dengan cabai  hasil dari kebun sendiri.

Cabe yang telah matang. Cabai ini juga banyak ditemui di pasar ya dan biasa dipakai memasak berbagai jenis makanan. 

c. Cabai hijau
Cabai hijau ini pun pernah jadi penghuni setia halaman belakang rumah. Dan cukup lama menjadi tanaman kesayangan kami. Ada jenis cabai hijau yang buahnya lurus, panjang, meruncing di ujung buah dan kulit buahnya licin.

Cabe hijau keriting.
                            (dokpri)

Selain itu tumbuh juga cabai hijau keriting. Tuhan itu luar biasa ya. Cabai saja dibuat bermacam-macam bentuknya. Padahal rasanya sama-sama pedas. Fungsinya juga sama untuk membuat masakan bercitarasa pedas. 


Tuhan luar biasa kreatif. Lihat saja, kalau tanaman cabai saja dibuat-Nya bermacam-macam species dan variannya, betapa Tuhan pun jauh lebih memperhatikan manusia yang diciptakanNya dengan mulia. 

Jadi jangan pernah anggap remeh orang lain ataupun diri sendiri.

Bawang Merah

Saya harus mengakui, tidak semua yang saya tanam berhasil sampai saya panen. Salah satunya bawang merah. Saya penggemar bawang merah goreng. Juga daun bawang merah, yang disebut muncang di kampung saya, juga menjadi favorit saya. Setiap kali membuat telur dadar, saya suka menambahkan muncang dan cabai rawit. 

Jadi bisa Anda bayangkan ya waktu saya panen daun bawang dan cabai rawit bersamaan. Saya bisa sering-sering masak telur dadar isi daun bawang merah.

Tapi untuk tanaman yang satu ini, saya tidak berhasil merawatnya dalam waktu lama. Saya hanya bisa menikmati sebentar dan selanjutnya tanamannya mati. Sedih hati saya. Entah mengapa bisa demikian. 

Tak usah berlama-lama sedih. Ada juga tanaman sayur yang berhasil timbuh melimpah di halaman belajang rumah. Apakah itu? 

Bayam

Tanaman Bayam di belakang rumah. Photo by Ari

Ya betul sekali. Tanaman bayam ini tumbuh melimpah di halaman belakang rumah saya. Awalnya juga saya heran, melihat banyak sekali tanaman bayam kecil-kecil di belakang rumah.

Tanaman bayam mudah ditanam dari bijinya. Saat berbunga, bijinya sangat banyak. Begitu tersebar di bawah tanaman induk akan muncul tanaman kecil-kecil sangat banyak. 

Menyenangkan sekali bagi saya dan Ibu yang sangat menyukai bayam. Kami penggemar bayam. Waktu bayam-bayam ini siap panen, kami sudah pikirkan masakan apa saja yang bisa dibuat dari sayuran ini. 

Sayur bening, keripik bayam, oseng bayam, lodeh bayam, telur dadar isi bayam, masak mie pun kami kasi bayam. Mengingat masa-masa ini sungguh menyenangkan buat saya. 

Sekali lagi menikmati sayuran dari kebun sendiri rasanya memang luar biasa. Jadi bila Anda ada lahan cukup, sudahkah mencoba menanam sayuran? 
.....

Itu kisah sederhana saya berkebun sayur mayur di kampung halaman saya, di halaman depan dan belakang rumah Ibu saya. Bagaimana dengan Anda? Siapkan berkebun juga?

Sekian dulu ya kisah berkebun saya. Tulisan ini saya buat sore sepulang kerja. Sambil melepas lelah, mengingat kembali masa-masa indah saat masih bisa berkebun sayuran di kampung halaman tercinta. Di suatu sudut desa di negeriku Indonesia tanah air tercinta. 


Salam hangat dari saya, seorang guru yang suka makan sayur dan berkebun tanaman sayur
..

Written by Ari Budiyanti
29 September 2020

Posting Komentar

8 Komentar

  1. Terima kasih untuk artikelnya mbak Ari☺️ bermanfaatšŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. Terimakasih sudah membaca dna share artikel ini kemana-mana pak Warkasa dan SKB. Salam

      Hapus
  2. Wah, enak banget, sekali metik langsung bisa dimasak. Cabainya udah ada. Hehe. Mantab, Bu Ari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. iya benar Pak Ozy. Terimakasih ya sudah baca

      Hapus
  3. Mbak Ari tanam ini semua? Hebat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Widz. Pernah ada semua di halaman rumah. Makasih mbak Widz

      Hapus