Header Atas - Panjang

Apakah Bercerai Itu Tabu? (Bagian Lima)

  Lifestyle.okezone.com



<< Sebelumya

Bagian Lima

Sekian lama bersahabat dengan Fani, aku cukup mengenalnya. Dan Aku bisa memahami jika Fani bisa seperti saat ini. 

Setelah mendengar semua ceritanya siang tadi, aku tau hal ini karena  sikap Suaminya yang selama ini terus menerus melakukan KDRT verbal kepadanya.

Siang tadi, sambil menangis Fani kembali menceritakan tentang Lelaki yang di panggilnya si Brengsek anak manja itu, dari awal mereka menikah dulu sering menakut-nakutinya dengan sebilah pisau tajam yang tersimpan dalam lemari pakaian mereka. Dulu, Fani selalu ketakutan setiap Lelaki brengsek itu mengeluarkan pisau tajam, sambil mengancam akan menghabisi nyawanya jika Ia berani meninggalkannya. Hingga suatu ketika, Ia sudah berada di titik jenuh dari kehidupan rumah tangganya yang sudah seperti berada di dalam Neraka, saat itu dengan lantang dia menantang agar Lelaki brengsek itu menghujamkan pisau tajamnya ke sekujur tubuhnya, tapi yang terjadi malah Lelaki brengsek itu tidak berani melakukannya.

 

Suatu ketika pernah juga Lelaki brengsek itu sengaja meneleponnya dari kantor Polisi dan memaksa Fani untuk berbicara dengan temannya yang seorang Polisi. Saat itu, teman Lelaki brengsek itu malah ikut mengancam dirinya agar tidak meninggalkan Lelaki pengecut itu. Fani heran, sebenarnya Lelaki macam apa yang dulu telah di jodohkan dengan dirinya? Sampai-sampai saat ada masalah dengan Istrinya pun Ia harus melibatkan orang lain untuk ikut menekannya.

 

Entah apa yang telah di ceritakan oleh Lelaki pengecut itu kepada temannya sehingga temannya itu merasa harus sampai ikut campur dengan urusan rumah tangganya.

Dan akhirnya lambat laun Fani tau bahwa Lelaki brengsek itu sudah berhasil memutar balikkan fakta, sehingga membuat semua orang yang mengenalnya merasa simpati kepada Lelaki brengsek itu dan membuat Ia sampai di jauhi oleh keluarga besarnya sendiri.

Dan hal paling parah dan tidak pernah terpikirkan oleh akal sehatnya adalah saat Lelaki itu pernah menelpon temannya yang seorang Aparat Keamanan Negara untuk ikut menekannya. Apakah di mata Lelaki brengsek itu dia adalah Pelacurnya? Sehingga Lelaki brengsek itu merasa bahwa dia adalah seorang Mucikari yang memerlukan jasa keamanan aparat untuk menjaga keamanan rumah tangganya?

Saat itu dengan bangganya, Lelaki itu mengatakan bahwa sebaiknya dia tidak macam-macam dengan dirinya, karena bisa berakibat fatal, jika dia terus menerus mengatakan bahwa pernikahan mereka itu sudah tidak syah lagi di mata Agama.

Sekian lama hidup berumah tangga bersama Lelaki aneh itu,  Fani hanya terdiam seorang diri sambil sesekali mencubit kulitnya sendiri, memastikan bahwa apa yang sedang terjadi dan dia alami itu bukan mimpi. Hingga dia sering bertanya kepada dirinya sendiri, “Sebenarnya apa yang tengah terjadi saat ini?”

 

Sudah sekian lama Fani berusaha menjadi orang lain, dimana dalam ketakutannya dia harus menuruti keinginan Lelaki itu untuk selalu tampil bahagia di depan keluarga dan semua orang-orang yang mengenal mereka.

Dan ketika semuanya terbongkar, Lelaki pengecut yang sudah lama menjual dirinya itu berusaha mati-matian untuk membunuh karakternya, agar siapapun tidak percaya dengan ucapannya.

 

"Dia itu lelaki pengecut yang selalu bersembunyi dibalik punggung orang-orang yang berhasil dia tipu dengan kemunafikannya, selalu mencari kambing hitam untuk menutupi kesalahnnya."

Fani berkata penuh emosi saat menceritakan kembali perasaan yang dia alama selama menjalani kehidupan rumah tangga bersama Lelaki itu. Jujur saja aku tidak menyangka dan mungkin tidak akan percaya jika bukan mendengar langsung dari mulut sahabatku ini. Selama ini aku berpikir bahwa Fani hidup bahagia bersama Lelaki yang di jodohkan oleh kedua orangtuanya itu, sebab selama ini aku hanya melihat Fani dari foto-foto di laman Medsos-nya.

 


 

 

Catatan: Di buat oleh, Warkasa1919 dan Apriani1919.  Cerita ini berdasarkan pengakuan dari seseorang yang tidak ingin disebutkan nama aslinya, jika ada kesamaan Foto, nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu hanyalah ilustrasi semata untuk mempermanis cerita dan tidak ada unsur kesengajaan.

Posting Komentar

6 Komentar

  1. Posting kebahagiaan di medsos bisa jd tanda2 kalau sebenernya "dia sedang tidak bahagia" ya...

    Ikut prihatin dg kisah Fani๐Ÿ™

    BalasHapus
  2. Lelaki brengsek dan pengecut ๐Ÿ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanya Fani, apakah memang betul begitu๐Ÿ™„๐Ÿ˜‚๐Ÿ™

      Hapus
  3. Semoga ada yang terbaik bagi Fani

    BalasHapus