Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Romantisme Cinta Terlarang

 

Gambar oleh Eden Ware dari pixabay.com


Pagi ini merah jambu. Di tempat biasa aku menunggu. Aku peragu, kau malu-malu. Tapi mata kita  bersitatap menggebu-gebu


Siang adalah tualang. Juga tempat bersembunyi paling aman. Kita pun bergelap-gelap dalam terang


Senja memang terkesan muram. Tapi bukan jelang tutup adegan. Ini adalah isyarat mengurai cinta yang berkelindan


Malam adalah tempat berterang-terang dalam gelap. Menumpahkan gelombang yang sedari tadi mampat. "Huh, dasar lelaki!"


Ini penghianatan, katamu


Kau merapikan rambut, bersiap menemui suamimu. Aku  mereka-reka sebuah alasan untuk istriku


Kita sudahi


Tapi di tengah jalan pulang, sebuah pesan bergetar, "Esok kutunggu di tempat biasa!"


Cilegon, 2019


Catatan. 

Puisi ini pernah tayang di Kompasiana. 

10 komentar untuk "Romantisme Cinta Terlarang "