Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Nafsu


Gambar oleh Free-Photos dari pixabay.com

3 orang, tepatnya 3 ruh sedang menangis sambil memeluk kaki malaikat, memohon agar diberi kesempatan sekali saja untuk kembali ke dunia demi menebus dosa-dosa masa lalu.

Akhirnya malaikat meluluskan permintaan tersebut dengan syarat, bahwa perilaku di kehidupan sebelumnya jangan sampai diulangi pada kehidupan selanjutnya. Namun apabila sedikit saja nafsu itu kumat, maka jiwanya akan langsung dipanggil tanpa ampunan, kembali ke akhirat. Mereka menyetujui ketentuan itu. Sebuah harapan untuk hidup kembali menebus kesalahan-kesalahan selama hidup.

"Cling........!!!" sekejap tiga ruh itupun berpindah, menjadi manusia kembali. 

Mereka sangat senang. Sekarang mereka berada di suatu keramaian. Sejenak mereka celingak-celinguk dan menarik nafas lega. Baru dimengerti, mereka kini sedang berada di pinggir jalan Melawai yang ramai.

Tiga orang itu meraba seluruh badan, mencubit lengan, "aww....!!!". Nyata benar adanya, bahwa mereka telah hidup kembali. Mereka girang bukan kepalang, melompat-lompat mengabaikan orang sekitar yang tercengang.

Soekarno, Soeharto, dan Joop Ave, meskipun sosoknya sudah tidak dikenali oleh warga sekitar, sangatlah gembira. Mereka mempunyai kesempatan memperbaiki hidup dengan cara menahan nafsu.

Sebagai manusia normal, mereka merasakan perut keroncongan. Sebuah gerobak penjual soto ayam ceker di tepi jalan menjadi pilihan. Demikian laparnya sehingga piring-piring nasi dan mangkuk-mangkuk soto licin tandas beserta tulang-tulang cekernya.

Kekenyangan, untuk melengkapi rasa nyaman, mereka ingin merokok. Tapi seketika teringat tentang perjanjian dengan malaikat. Sekecil apapun nafsu akan membuat kembali dipanggil tanpa peringatan. Akhirnya mereka mengurungkan niat itu, lalu celingukan melihat keramaian.

Di seberang terdapat tempat-tempat hiburan yang asing. Di depan berjejer bangku panjang, di mana di atasnya duduk wanita-wanita muda berpakaian seronok memperlihatkan kaki jenjang dan paha-paha yang..... (Ssst...jangan dikasih ya! Itu adalah para LC [Lady Companion] yang sedang menunggu tamu di sentra hiburan karaoke Jepang itu). 

Ah... sudahlah, pandangan itu bisa menimbulkan nafsu. Mereka bertiga mengalihkan pandangan. Tertumbuk pandangan kepada seorang gadis cantik nan menawan yang akan membeli nasi soto ayam ceker.

Dengan sikap seorang gentleman sejati, Soekarno langsung berdiri hendak menyapa gadis cantik berkaki jenjang itu. 

"Cling....!!!", dalam sekejap Soekarno lenyap, kembali ke akhirat.

Sebuah pelajaran sangat berharga bagi kedua orang sisa, Soeharto dan Joop Ave. Mereka berusaha keras menjaga agar pikiran, mulut, dan perilaku tidak mencerminkan nafsu. Lama sekali mereka tercenung. Hari merambat malam. Lampu penerangan pinggir jalan mulai menyala. Trotoar nampak terang, sehingga terlihat selembar kertas berwarna biru terjatuh.

Mata jeli Soeharto berkerjap tajam. Kertas bergambar pahlawan itu hanya selangkah dari tempatnya duduknya. Perjanjian dengan malaikat menahannya. Batinnya bergejolak hebat yang membuatnya gelisah.

Tidak tahan, Soeharto bangkit dari tempat duduk, melangkah, dan menungging untuk mengambil kertas berwarna biru melambai-lambai itu.

Dapat ditebak dengan mudah. 

"Cling...!!!", dalam sekejap Joop Ave lenyap!

Catatan: kisah ini adalah fiksi, kesamaan nama tokoh dan tempat hanya kebetulan semata.


Posting Komentar

9 Komentar