Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Kisah si Belah Mencari Tuhan (Bagian kedua)

 



<< Sebelumnya


"Terus gimana cara Si Belah berjalan ya?" tanya Oneng sambil mengambil sehelai tissue di atas Meja dan segera mengelap telapak tangannya.

"Entahlah, aku juga sulit untuk membayangkan bagaimana Si Belah ini bisa berjalan," kata Jabrik sambil memperhatikan tissue di tangan Oneng.

"Iya," jawab Oneng, masih meremas-remas tissue di tangannya.

"Seperti kata orang-orang tua jaman dulu, semakin jauh berjalan, maka akan semakin banyak yang bisa dilihat. Begitupun dengan Si Belah ini. Ia telah banyak melihat dan tingkah laku Anak-anak manusia dari semua Suku, Ras dan Agama selama berjalan mengelilingi dunia ketika hendak mencari Tuhan," kata Jabrik sambil meneguk air ludahnya sendiri saat melihat Oneng meminum air putih dengan kedua mata sedikit terpejam di depannya.

"Ehmmm, Iya." jawab Oneng menyudahi tegukan terakhirnya, lalu mengambil tissue dan mengelapkan ke bibirnya.

"Selama berjalan mencari Tuhan, Si Belah banyak sekali mendapatkan pengetahuan baru, terutama tentang bagaimana Tuhan di mata Anak-anak manusia lainnya, tentunya dari sudut pandang mereka," Jabrik berkata sambil kembali melihat ke arah bibir tebal milik Oneng yang terlihat sedikit basah, merah dan merekah selesai meminum Segelas air putih hingga kandas tak bersisa.

"Iya" jawab Oneng lagi sambil memainkan tissue bekas mengelap bibirnya itu dengan kedua tangannya. Mungkin Ia merasa risih dengan tatapan mata lawan bicaranya yang sedari tadi terus memperhatikan bibir dan juga dadanya.

"Dari tadi kok cuma menjawab Iya, iya saja sih? Gak menarik ceritanya ya?" tanya Jabrik penuh selidik pada Perempuan muda yang memiliki lekuk tubuh bak Gitar Spanyol di depannya.

"Menarik kok, alot malahan! Kayak tangan kita yang tadi sempat tarik menarik pas sedang berjabatan tangan," jawab Oneng sedikit mangkel saat mengingat perjuangannya tadi melepaskan genggaman Lelaki konyol di depannya ini.

"Di dunia ada berapa agama?" tanya Jabrik. Kali ini wajahnya terlihat begitu serius.

"Setau Oneng di dunia ini lima agama besar, antara lain ada Agama Kristen, Islam, Yahudi, Hindu, dan Buddha. Tapi mungkin masih ada beberapa agama lainnya yang Oneng enggak tau," kata Oneng mengangkat bahunya sendiri sambil berusaha menahan tawanya sendiri saat melihat wajah Lelaki konyol di depannya ini. Bahkan ketika sedang serius bertanya pun masih terlihat begitu lucu dimatanya.

Entah kenapa Ia tidak bisa marah kepada laki-laki kurang ajar ini, batin Oneng sambil berusaha menahan senyumnya, agar lelaki konyol ini tidak semakin kurang ajar kepadanya. Apalagi di dalam Warung Kopi ini saat ini hanya ada mereka berdua di tempat ini.


"Biasanya masing-masing Agama yang ada di dunia ini mempunyai beberapa aliran dan masing-masing aliran ini memiliki tata cara yang berbeda di dalam cara menyembah Tuhan yang mereka yakini," kata Jabrik masih menunjukan mimik muka serius.

"Terus, setelah banyak sekali bertemu dengan para pemeluk Agama-agama yang ada di dunia ini, Si Belah belum puaaasss?" tanya Oneng dengan ucapan yang sengaja dibuat sedikit mendesah ketika mengucapkan kata-kata "belum puas" barusan dengan maksud untuk mengerjain Lelaki konyol di depannya ini yang tiba-tiba saja jadi sok jaim di depannya.

"Beluum, walaupun Si Belah tau semua tentang agama yang ada di dunia," jawab Jabrik sambil kembali melihat ke arah bibir Oneng yang terlihat begitu basah, merah dan merekah setelah mendengar suara Oneng yang sedikit mendesah tadi.

 "Iya" jawab Oneng sambil kembali membasahkan bibirnya dan menggigit-gigit bibirnya sendiri dengan maksud untuk lebih menggoda Lelaki konyol yang sempat jaim tadi.

"Dan Si Belah sudah berniat, bahwa Ia baru akan berhenti mencari Tuhan jika nanti sudah bertemu dan langsung bertanya kepada Tuhan," kata Jabrik lagi sambil terus memperhatikan bibir Oneng yang terlihat semakin begitu seksi.

"Bertanya kepada Tuhan?" tanya Oneng sambil menggaruk-garuk kepalanya sendiri. "Ini seperti kisah Nabi Musa yang pergi mencari Tuhan ya?" tanya Oneng lagi, kali ini sikapnya biasa saja, tidak bermaksud menggoda Lelaki di depannya ini seperti tadi.


Hemmm, sebenarnya wajahnya sih lumayan tampan, tapi sikap konyolnya itu yang enggak nahan. Hihihi..Oneng membatin sambil menyembunyikan tawanya di dalam hati.


"Hampir mirip, tapi beda," kata Jabrik, lalu tiba-tiba saja Ia menggapai jemari tangan Oneng yang sedang memainkan tissue di atas Meja.

"Iya," jawab Oneng sambil menarik tangannya yang hendak di sentuh oleh Jabrik di atas Meja.

"Setelah berkeliling dunia dan berjumpa dengan para pemeluk agama yang di masing-masing agamanya memanggil dan menyebut nama Tuhan yang berbeda antara satu dengan lainnya, akhirnya Si Belah mengambil kesimpulan sendiri, bahwa sesungguhnya Tuhan itu satu, tapi memiliki banyak nama di dunia," kata Jabrik lagi yang barusan gagal menyentuh tangan Oneng di atas Meja tapi berhasil mengambil tissue bekas Oneng yang tadi sempat dipakai untuk mengelap bibirnya.

"Iih,"


Oneng melolot ke arah Jabrik saat melihat tissue yang tadi Ia pakai untuk mengelap bibirnya itu saat ini telah berpindah ke tangan tangan Jabrik dan lebih konyolnya lagi Lelaki kurang ajar di depannya itu saat ini tengah menciumi tissue yang ada bekas bibirnya.


"Kenapa Si Belah mempunyai pemikiran begitu?" tanya Oneng lagi sambil berusaha menenangkan dirinya sendiri seraya membatin "yang waras ngalah aja deh!" saat melihat Lelaki konyol di depannya itu mengelap bibirnya dengan tissue bekas yang tadi ada bekas bibirnya.


Setelah tadi sempat menciumi tissue yang ada bekas bibir Oneng, selanjutnya Jabrik mengelap bibirnya itu dengan tissue yang tadi Ia ambil secara paksa dari tangan Oneng.  Dan selanjutnya tissue bekas milik Oneng itu dia pilin-pilin lalu dimasukannya ke dalam lubang hidungnya yang di sebelah kanan sambil kembali melanjutkan ceritanya.


"Sebab, menurut Si Belah, ternyata dari semua pemeluk agama yang Ia jumpai itu tidak ada yang mengetahui persis Tuhan mereka itu seperti apa dan ada dimana saat ini berada," kata Jabrik lagi lalu mencabut pilinan tissue dari lubang hidungnya dan kembali memberikannya kepada Oneng yang terlihat begitu jengkel melihat tingkah lakunya.


"Oh gitu," jawab Oneng saat menerima tissue bekas dari tangan Jabrik. "Ya Allah Ya Tuhanku, berilah hambamu ini kesabaran lebih di dalam menghadapi makhluk ciptaanmu yang satu ini, kok bisa-bisanya Warung Kopi hambamu ini dikunjungi oleh makhluk yang  menyebalkan itu" batin Oneng sambil melototkan kedua matanya ke arah Jabrik sebelum membuang tissue bekasnya yang telah dipakai olehnya, kembali di pakai oleh Lelaki kurang ajar yang saat ini tengah cengar-cengir di depannya.




Bersambung


Catatan: Di buat oleh, Warkasa1919 dan Apriani1919. Cerita ini hanya fiksi belaka, jika ada kesamaan Foto, nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. 


Bahan bacaan : 1234







Posting Komentar

6 Komentar

  1. Kok bisa-bisanya warung kopinya di kunjungi makhluk seperti iniπŸ™„πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. πŸ˜‚πŸ˜‚ hari itu lupa berdoa onengnyaπŸ˜‚πŸ€£

      Hapus