Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jejak Kaki Membuktikan, Mahluk Besar itu Ada

Pixabay

Pernahkah kita sedang bersenda gurau membicarakan hal yang tak nampak tetapi ada?  Aku kira pasti pernah ya. Dari dulu pembicaraan ini tak kalah menariknya dengan berita politik, walau sering dianggap sebagai dongeng, baik itu tentang setan,  demit, kuntil anak atau hantu kutang eh kuyang. Tapi bagaimana dengan Homang?

Tentang Homang,  aku baru dengar nama Homang dari teman yang menyarankan agar aku mengulas tentang Homang, sedang aku belum paham apa itu Homang. Terus terang nama itu baru aku dengar dari chat dengan trmanku itu.

Sepertinya tulisan ini sudah terlambat,  lewat dari masa viralnya, tapi bagiku tidak menjadi masalah,  selain sebagai bacaan umum juga sebagai koleksi buat aku pribadi.

Aku berangkat ke mesin pintar kata orang jaman sekarang. Kudapati sebuah keterangan di sana bahwa itu adalah mahluk besar seperti Yeti bila di negeri barat atau disebut juga Big Foot. loh, konon Homang ini adalah makhluk yang menyesatkan. Hanya bedanya Yeti atau Big Foot ini tinggal di tempat yang bersalju di sekitar pegunungan Himalaya. Sedang Homang ada di Tapanuli.

Kulihat juga sederet berita yang membicarakan mahluk itu sekitar tiga bulan lalu yang menggemparkan sebuah daerah, di Tapanuli.  Ada artikel yang judulnya menarik perhatianku,  membuat penasaran untuk membacanya, karena aku sedang mencari kebenaran cerita Homang itu.

Diceritakan di sana mahluk itu mengerikan dan membahayakan, dikatakan mahluk ghaib tapi dia bisa terlihat,  dikatakan mahluk nyata tapi kadang tak nampak. Tuhan memang punya kehendak untuk menciptakan dunia nyata dan gaib.
Berita terakhir di bulan Juni ini banyaknya ternak yang mati serempak dengan darah yang sudah tidak ada lagi di tubuhnya. kejadian tersebut bisa sebagai bukti keberadaan mahluk tadi sebagai sosok yang dicurigai, jadi bukan hanya dongeng yang sering di dengar masyarakat Tapanuli. Berarti homang ini makhluk penghisap darah yang benar-benar ada dan harus diwaspadai.

Membaca artikel tentang Homang yang ditulis dengan terperinci berserta kisah yang pernah terjadi di sana membawa pikiran dalam suasana antara percaya dan tidak. Di akhir tulisan tertera nama penulisnya Felix Tani.  Owh ternyata tulisan beliau yang nota bene asli  orang dari tanah Batak,  jadi tidak diragukan lagi.

Menurutku Homang bisa juga disebut Yeti atau Big Food, sebagai mahluk purba yang masih ada sampai saat ini dengan peradabannya sebagai mahluk kanibal, mempunyai sifat dan nafsu mirip manusia tapi minus akal. Dengan wujud badan berbulu seperti kera. Bisa jadi dia berada di mana-mana tepatnya pasti di hutan.  Dan penduduk yang tempat tinggalnya dekat dengan hutan harus selalu waspada. Bukan berniat menakut-nakuti, melihat peristiwa yang sudah terjadi di Tapanuli memang patut untuk berhati-hati.

Saya ada sedikit cerita lama,  pernah mandi di sungai Sampean namanya di Situbondo waktu main ke rumah saudara. Aku dan pasanganku keluyuran ke sana, airnya jernih,  sejuk,  ada banyak ikan kecil dalam sungai, saat aku datang tampak seorang ibu yang meninggalkan sungai sepertinya selesai mencuci pakaian, dan seorang bapak yang lewat. Setelah itu tidak ada lagi orang lain,  sepi. Badan sungainya luas,  sampai terbentuk sedimen pasir dipinggir sungai, aku lihat sekeliling. Sungai terletak di bawah jalan utama dan sawah,  jadi terlihat tebing di kanan kirinya. Semakin ke ujung sungai menyempit dan terlihat gelap dengan rwrimbunan yang subur. Ada rasa ngeri membayangkan yang tidak-tidak waktu itu.

Setelah puas bermain air,  mandi bersama di sungai (sayang belum ada smart phone kala itu jadi tak bisa mengabadikan he he) l al u duduk di batu berjemur mengeringkan badan dan pakaian yang dipakai mandi. Menjelang pukul 11.00 seingatku, hanya aku dan pasanganku di situ mulai bersiap pulang,  ada rasa sayang meninggalkan sungai, karena sungai seperti itu tidak ada lagi di kota.

Aku menapakkan kaki kuat-kuat di pasir sungai agar meninggalkan jejak kaki, ada pemandangan yang mengejutkan di pasir basah itu, yaitu sebuah jejak kaki yang besar sekali.  Memang tidak ada bukti gambar yang bisa kutunjukkan di sini tapi masih tersimpan bentuk kaki itu di kepalaku,  besar sekali dua sampai tiga kali ukuran kaki orang dewasa bentuknya adalah kaki manusia,  yang ku ingat itu kaki sebelah kanan. Aku sempat mengepaskan kakiku di jejak kaki besar tadi. Rasa penasaran menyambar-nyambar akalku. Kukatakan pada pasanganku bahwa itu adalah kaki Yeti atau raksasa, eh apa ada Yeti?
Aku ajak dia mencari jejak kaki kiri,  tapi tidak ketemu. Kemungkinan yang kiri melangkah di bebatuan jadi tidak meninggalkan bekas.

Penasaran dalam hati segera kuhapus,  karena rasa takut tiba-tiba menghantui,  merasa ada yang mengawasi,  aku dan pasangan cepat-cepat kabur dari sungai itu.  Saat kami bercerita pada saudara dari mana kami saat itu,  saudara terkejut dan tertegun, melihat kami dengan seksama dan memastikan tidak ada apa-apa. Aku bertanya,  sebenarnya dengan sungai itu apa ada yang aneh,  aku bercerita bila ada orang mencuci dan orang lewat,  berarti aman. Saudaraku hanya berkata, tidak apa-apa tapi menyimpan sesuatu di matanya.

Ya tanpa melihat sosoknya secara langsung memang tidak banyak yang bisa diceritakan,  namun jejak kaki yang ditinggalkan seolah berkata, bahwa dia makhluk yang disebut Homang ini bisa jadi ada di sekitar kita sejak dulu.
Tidak hanya di Tapanuli bisa saja di hutan-hutan dan tempat sunyi yang gelap di daerah lain.

Dikutip dari Berita Makasar,  Homang termasuk makhluk mistis berbentuk binatang berbulu lebat, bertaring dan berkuku panjang. Masyarakat sekitar pernah menemukan bangkai yang berbentuk besar panjang, bertaring dan berbulu coklat.  Pernah juga melihat makhluk itu melompat dan melintasi sungai. Warga pun melakukan perburuan mereka berharap bisa menangkap makhluk itu.

Seram juga ya,  Yeti saja susah ditangkap di negara Barat sana,  apakah Homang akan tertangkap?  Bagaimana bila tertangkap? Bila belum tertangkap akankah ada ternak yang jadi korban lagi?
Yang ditakutkan itu bila korbannya adalah jiwa manusia.

Bagaimana menurut teman pembaca?




Beranda,  1 Juli 2020


Sumber berita opini pribadi dan
1. https://www.beritamakassar.com/2020/06/heboh-muncul-makhluk-misterius-pengisap-darah-bisa-secepat-kilat-menghilang-ternak-warga-bermatian/,Iyut

2. https://www.tobatabo.com/3963+kisah-nyata-seorang-pria-batak-tersesat-di-sarang-hantu-homang.htm
Swarna
Swarna Mau panjang atau pendek terserah

5 komentar untuk "Jejak Kaki Membuktikan, Mahluk Besar itu Ada"

Apriani1919 1 Juli 2020 21.43 Hapus Komentar
Wah aku baru tau Homang, thanks tulisannya mba Aliz
Swarna 1 Juli 2020 23.51 Hapus Komentar
Iya, sama he he
Budi Susilo 2 Juli 2020 05.30 Hapus Komentar
Jejak kaki besar? Raksasa... atau....hiyyy
Ari Budiyanti 2 Juli 2020 07.10 Hapus Komentar
Tulisan bermanfaat bu Aliz. Salam
Warkasa1919 2 Juli 2020 10.16 Hapus Komentar
Bermanfaat nih, aku baru tauπŸ™„☺️πŸ‘

Berlangganan via Email