Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Cerita Anak

Setiap anak adalah unik. Walaupun mereka dikandung dalam rahim yang sama, dibesarkan dalam lingkungan yang sama tetapi mereka tetaplah menjadi pribadi yang berbeda satu sama lain.

Memiliki 3 orang anak adalah anugrah sekaligus tantangan. Di usia mereka yang masih anak-anak, usia 10 tahun, 8 tahun dan 4 tahun, ada banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang sulit untuk dijawab dalam bahasa yang mudah dipahami mereka.

Ketika menonton televisi, ada berita "Cemburu Buta, Seorang Kakek Membunuh Kekasih Gelapnya" lalu Si Sulung bertanya.

"Ma, cemburu buta artinya apa?" tanya Si Sulung.
"Cemburu tanpa alasan yang jelas", jawab mama.
"Kalau kekasih gelap itu apa?", lanjutnya.
"Pacar. Si kakek kan sudah punya istri tapi diam-diam dia punya pacar lagi. Itu namanya kekasih gelap", kata mama menerangkan.
"Trus yang dibunuh pacarnya?", tanyanya lagi.
"Iya", jawab mama singkat.
"Kenapa pacarnya dibunuh?", lanjutnya.
"Karena cemburu tadi. Mungkin pacarnya itu punya pacar yang lain", jawab mama.
"Kakek yang aneh. Dia juga sudah punya istri, jadi harusnya tidak apa-apalah kalau kekasih gelapnya juga punya pacar lagi. Kan sama-sama", ucapnya polos.
"Bukannya kalau sudah punya istri tidak boleh punya pacar lagi?", tanyanya kembali.
"Harusnya sih begitu", jawab mama.
"Wajarlah Si Kakek dihukum. Salah sendiri dia punya kekasih gelap", ucapnya memberi kesimpulan 😁

Tidak lama berselang, berita di televisi tentang virus corona. Lalu Si Anak Tengahpun ikut bertanya.

"Ma, sampai sekarang belum ada obat untuk virus corona?", katanya membuka percakapan.
"Belum", jawab mama singkat.
"Di dunia ini banyak orang pintar tapi kok satu obat saja enggak bisa ketemu sih?", katanya lagi seolah-olah menemukan obat itu hal mudah.
"Ini masih diteliti dulu. Butuh waktu untuk meneliti", mama mencoba memberi pengertian.
"Vaksin itu obat ya Ma?", tanyanya lagi.
"Bukan",jawab mama singkat ditengah kesibukan menyapu.
"Trus vaksin itu apa? Kok vaksin corona dicari terus?" tanyanya penasaran.
"Vaksin itu sebenarnya bibit penyakit yang dilemahkan. Kayak dibuat pingsan gitu. Trus dimasukkan ke dalam tubuh, disuntikkan. Nanti kalau ada bibit penyakit benaran datang dan masuk ke dalam tubuh, si Vaksin itu bilang "hei kawan, kita teman". Kalau sudah berteman berarti tidak jadi sakit deh. Begitulah kira-kira", kata mama menjelaskan.
"Oh gitu. Brarti vaksin itu sebenarnya penyakit dong?", katanya.
"Bisa dibilang begitu tapi maksudnya supaya tubuh mengenali jika suatu saat penyakit menyerang", ucap mama menegaskan.
"Tapi ya Ma, bibit penyakitnya kan dibuat pingsan tuh, trus kalau tiba-tiba dia bangkit di dalam tubuh, gimana?", tanyanya menyelidik.
"Kan itu sudah diteliti dulu, mungkin atau enggak bibit penyakitnya bangkit", jawab mama ragu 😁
"Hati-hati loh, aku takutnya malah bibit penyakitnya bangkit sendiri. Bukan jadi teman malah jadi musuh di dalam tubuh", katanya sambil bergidik.

Mama masih berpikir tentang apa yang dikatakan si Anak Tengah, tiba-tiba saja si Bungsu bertanya.

"Ma, virus corona berasal dari mana?", tanyanya.
"Dari Cina", jawab mama singkat.
"Cina jauh atau dekat?", lanjutnya.
"Jauh", jawab mama.
"Kalau jauh kenapa bisa sampai disini? Virus coronanya bisa jalan?", tanyanya polos. 
"Jadi ada orang yang jalan-jalan ke Cina, disana dia tertular. Dia pulang kesini trus dia nularin ke teman-teman dan saudaranya yang disini karena mereka ngobrol-ngobrol tidak pake masker atau mungkin salaman. Lama-lama virus coronanya menular ke banyak orang", kata mama menjelaskan.
"Virus corona dibuat atau dibikin?", tanyanya lagi.
"Dibuat sama dibikin itu sama", jawab mama.
"Oh, maksudnya virus corona itu dibuat?", katanya lagi.
"Bukan. Tapi ada sendiri", jawab mama.
"Kalau begitu brarti Tuhan yang buat?",  katanya.
"Iya, semua kan ciptaan Tuhan", kata mama mulai ragu.
"Kenapa sih Tuhan ciptakan yang berbahaya? Tuhan itu kan baik tapi dia malah ciptain virus berbahaya. Atha jadi tidak bisa kemana-mana. Kata mama Tuhan sayang sama Atha, mana buktinya? Mau naik odong-odong aja tidak bisa gara-gara virus corona", katanya kesal dan pergi ke kamar.
Mama bengong 😁😁





Posting Komentar

8 Komentar

  1. Inspiratif banget utk jawab pertanyaan anak yg macem-macem

    BalasHapus
  2. Anaknya ibu pada pinter semua.. kecil² udah gentol kali bertanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. He..he..trimakasih Kak. Mungkin kebetulan mrk tidak paham aja.

      Hapus