Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sudut yang Tak Pernah Sunyi

Sumber : josouvenir.com


Jogjakarta, menyimpan segala ragam nuansa. Tiap sudut seakan tak pernah menyisakan duka. Sepenggal cerita teramu dalam dekap romansa. Tersaji dengan segenap cinta.

Malioboro. Menjadi bagian dari sudut yang tak pernah sunyi. Tak ada hal yang tersembunyi. Semua hadir dalam ruang pun ruas yang dicipta dalam balut seni. 

Setiap mata tertuju pada keelokan batik terpajang di sepanjang tiang-tiang yang tertata rapi. Nuansa Jawa menjadi ciri yang nyaris tak luput dari bidik imaji.

Para abdi dalem tak henti menebar senyum. Hingga wisatawan hanyut dalam decak kagum. Secercah harap yang di sandar pada dinding keraton. Sebagai daya tarik yang kerap ditonton. Begitu gagah meski tak terbuat dari beton.

Titik nol. Menjadi pusat segenap jejak. Menggelar arena di mana kerap membuat pijak sulit beranjak. Memori seakan tertambat. Terangkai pada bangku-bangku pemangku kisah di sepanjang ruas jalan. Mampu menyimpan beribu ingatan dalam sepenggal kenangan.

Tugu Jogja. Kokoh berdiri kerap menjadi saksi di mana jiwa-jiwa yang setia pada keteguhan diri. Rela berada dalam terik pun hujan di titik pemutar haluan. Sejauh mata memandang terbalut dalam jubah pelambang kesucian.

Pesona Merapi. Menjadi tonggak tahta negeri. Seakan bersiap menjaga bumi. Walau kenangan menyergap menerpa bilik nurani. Kiranya Merapi tetap menjadi raja di antara puing permadani nan bersemi.

Keindahan menyeruak pun menjebak menepis keheningan. Hingga senja di tepian menjadi saksi keindahan. Jogja dengan segenap keramahtamahan. Tak henti menyemat sehampar harapan.

Kini, dalam lautan sepi. Jogja hanya berdiri. Menanti. Hingga pandemi mengakhiri kunjungannya di bumi. Saat itulah Jogja kembali mengundang setiap hati, tuk menelusuri sudut yang tak pernah sunyi.

Sumber video : dokumen pribadi. Sound by Kla Project / Jogja, Cinta Tanpa Akhir


Niek~
Jogjakarta, 1 Juni 2020
Niek
Niek Full time mother dengan tiga orang putra, penyuka alam dan rangkaian kata.

11 komentar untuk "Sudut yang Tak Pernah Sunyi"

Ari Budiyanti 1 Juni 2020 16.36 Hapus Komentar
Kangen Jogja jadinya deh mbak Niek
Warkasa1919 1 Juni 2020 16.38 Hapus Komentar
Aku dua kali baru datang ke Jogya. Tapi aku sudah jatuh cinta dengan kotanya☺️
Budi Susilo 1 Juni 2020 16.41 Hapus Komentar
Jadi inget street performing arts di Malioboro yang tidak membosankan ditonton
Niek 1 Juni 2020 16.59 Hapus Komentar
Ahay mari Mba Ari๐Ÿฅฐ tp setelah pandemi ya๐Ÿ˜„๐Ÿ‘
Niek 1 Juni 2020 16.59 Hapus Komentar
Jogja memang istimewa Pak Ketua๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ˜Š
Niek 1 Juni 2020 17.03 Hapus Komentar
Malioboro menjadi pusat ragam seni Pak Budi
Widz Stoops 2 Juni 2020 18.19 Hapus Komentar
Kapan ya kesana lagi?
Ayah Tuah 2 Juni 2020 18.22 Hapus Komentar
Pulang ke kotamu... ( KLA Project )
Niek 2 Juni 2020 23.05 Hapus Komentar
Ayo mba Widz kapan๐Ÿ˜๐Ÿ™๐Ÿป
Niek 2 Juni 2020 23.06 Hapus Komentar
Injih Ayah Tuah, kota Jogjakarta๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ˜Š
Dewi Leyly 7 Juni 2020 21.04 Hapus Komentar
Jogja oh jogjaaaa...

Berlangganan via Email