Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ia dan Jejak-jejak Perjalanannya



Dokpri


Lihatlah sepasang kaki yang masih terus berjalan. Lihatlah langkah kakinya yang masih tertatih, tapi dengan tekadnya yang begitu kuat akhirnya Ia mampu untuk kembali meneruskan perjalannya.


Lihatlah kobaran api dan gelapnya awan hitam yang terus berusaha menghalangi langkahnya untuk mencapai tujuan hidupnya.


Lihatlah keriuhan pesta dan huru-hara yang terjadi di akhir zaman yang berusaha terus menggodanya agar Ia menghentikan perjalanannya.


Lihatlah para penari malam dan kawanan Serigala yang berusaha menggoda dan menghalanginya dari samping kiri-kanan dan belakangnya.


Lihatlah tekatnya yang begitu kuat untuk sampai ke tujuannya. Lihatlah air matanya yang terkadang sesekali menetes jatuh karena tidak tau pada siapa lagi Ia harus mengadu untuk membantunya mencapai tujuan hidupnya.


Lihatlah Ia yang tengah terduduk di pinggir jalanan karena kelelahan, hingga di jalanan sunyi, di dalam kesendiriannya Ia bisa melihat Setan dan Manusia saling berlomba untuk mengalahkan antara satu dengan yang lainnya, hingga akhirnya Ia tersadar, bahwa Ia begitu rapuh dan merasa tiada daya dan upaya tanpa pertolongan Tuhan kepadanya.


Lihatlah langkah kakinya yang saat ini terus berjalan dengan kesadaran baru, bahwa sabar adalah kunci untuk mencapai tujuan


Lihatlah langkah kaki nya yang saat ini mulai berubah menjadi larian agar Ia bisa lebih cepat sampai ditujuan hidupnya.


Lihatlah tekadnya yang begitu kuat untuk mewujudkan harapannya itu menjadi kenyataan


Apakah engkau tau bahwa sesungguhnya Ia dan perjalanannya itu bukan bayang-bayang semu tanpa jejak seperti apa yang selalu di pikiran orang-orang ketika melihatnya?


Apakah engkau tau bahwa saat ini jejak-jejak kakinya itu begitu nyata? Walau tak semua orang mampu melihat keberadaan jejaknya disepanjang jalanan yang telah dilaluinya.


Apakah engkau tau bahwa Ia dan perjalanannya itu adalah prasasti yang kelak akan menjadi bukti, bahwa cinta sejati karena Dia itu tak mengenal jarak dan masa?


Apakah engkau tau bahwa Ia dan jejak-jejak perjalannya itu adalah bukti akan kekuatan cinta sejati yang pernah ada di dunia?


Apakah engkau ingin melihat Ia dan jejak-jejak perjalanannya?


Jika engkau ingin melihat bukti akan keberadaannya di dunia, lihatlah jejak-jejak perjalanannya di sepanjang jalanan yang pernah Ia lalui sebelumnya.


Tarik nafasmu sejenak sambil perlahan-lahan engkau pejamkan kedua matamu. Setelah engkau merasa tenang, hembuskan kembali nafasmu secara perlahan-lahan sambil engkau buka kembali kedua matamu.


Apakah sekarang engkau mampu melihat Ia dan jejak-jejak perjalanannya?



Catatan. Cerita ini hanya fiksi belaka, jika ada kesamaan Foto, nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Warkasa1919
Warkasa1919 Setiap cerita pasti ada akhirnya. Namun di dalam cerita hidupku, akhir cerita adalah awal mula kehidupanku yang baru.

8 komentar untuk "Ia dan Jejak-jejak Perjalanannya"

Budi Susilo 25 Juni 2020 12.34 Hapus Komentar
Waduh, saya gak liat. Gimana ya?
Meduster 25 Juni 2020 12.42 Hapus Komentar
Semoga mampu ya
Warkasa1919 25 Juni 2020 13.46 Hapus Komentar
Hehehe... Belum.narik nafas pastinya๐Ÿ™„๐Ÿ˜‚๐Ÿ™
Warkasa1919 25 Juni 2020 13.46 Hapus Komentar
Aamiin. Terima kasih mbak Ester☺️๐Ÿ™
Apriani1919 25 Juni 2020 13.51 Hapus Komentar
Kerren, aku pejamkan mata dan aku bisa melihat jejak itu menuju satu titik๐Ÿ˜๐Ÿ˜€
Warkasa1919 25 Juni 2020 20.08 Hapus Komentar
Betulkan๐Ÿ™„๐Ÿ˜‚๐Ÿ™๐Ÿ™
Widz Stoops 27 Juni 2020 19.21 Hapus Komentar
Narik nafas dulu aah..
Nursini Rais 1 Juli 2020 14.41 Hapus Komentar
Top, markotop....

Berlangganan via Email