Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita tentang Kepergian

Ilustrasi. Sumber: Pixabay.com. 

Aku masih ingat, seminggu yang lalu kau meninggalkan tawa di beranda. "Aku akan selalu menjemput matahari," katamu. Juga menunggu hujan, gerimis pun jadi. Kau selalu yakin, di ujung perjalanan akan terbentuk pelangi 

Rasanya baru kemarin, pecahan cerita saat di kantin kampus, mi instan: makanan paling enak di dunia versi anak kos. Cowok, cinta, patah hati, dan kita terbahak sesudahnya 

Skripsi yang ditolak, dosen konyol yang kita sumpahi agar cepat masuk neraka. Keharuan 

Keharuan saat kita memakai toga 

Dan kita memasuki dunia kerja. Sebentar 

Sebentar

Jam dua dini hari, koak burung gagak melompat dari layar hape

Tentangmu, sebuah ujung perjalanan. Telah sampai 

***

Cilegon, Juni 2020 

Catatan
Kutulis untuk nakdisku, yang kehilangan sahabatnya, 5 Juni 2020; jam 02:00.

6 komentar untuk "Cerita tentang Kepergian "

Warkasa1919 5 Juni 2020 21.10 Hapus Komentar
Ikut menyimak puisi indah ini☺️👍
Apriani1919 5 Juni 2020 21.29 Hapus Komentar
Turut berduka ayah🙏 salam untuk nakdis ayah
Ayah Tuah 6 Juni 2020 04.03 Hapus Komentar
Terima kasih Mas Warkasa.
Ayah Tuah 6 Juni 2020 04.03 Hapus Komentar
Terima kasih Mbak Dinni.
Budi Susilo 6 Juni 2020 07.17 Hapus Komentar
Turut menyampaikan dukacita yang mendalam
Ayah Tuah 6 Juni 2020 08.31 Hapus Komentar
Terima kasih Mas Budi.

Berlangganan via Email