Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Terang Bulan di Depan Warung Kopi



                                             Sumber : kopicuph - facebook.com

Terang Bulan di depan warung kopi
disaksikan pelanggan tertawa ha-ha hi-hi
bibirmu menyanyi
tanganmu meracik kopi

Sesekali kau goyangkan tubuh bohaimu
yang terbungkus jeans belel ketat berlobang
dan kaos transparanmu pericuh malam
menebar aroma musim nafsu duniawi

Di tengah pelanggan lelaki
berbau vodka campur kopi
sambil terus bergoyang-goyang
memamerkan tubuh sempalmu
engkau mulai berkedip manja
menyusul desah genitmu
menebar senyum menggoda 
dari bibir bergincu biru

Para pelangganpun mulai sulit tertawa 
tak kuasa menahan salivanya
yang tumpah kemana-mana
nafasnya seperti tengah diburu
oleh naik turun adukan sendokmu

Malam memang sedang gila,
para lelaki pengais rezeki
telah termanipulasi
oleh semprulnya aroma kopi

Mereka kau tundukkan,
Kau serbu
dengan dahsyatnya bubuk hitammu
yang tercampur racun desah nafasmu

Lalu, satu persatu mulai menguap
tengkurap
lemas
terkuras
diam di pelukan temaram yang tergugu
dalam hangatnya racikan kopimu.

Malampun kian mencekam
nyala lampu yang semula benderang 
kini mulai memburam
tak sanggup hadapi para pelanggan hidung belang

engkau memang pemilik rezeki hari ini
Penyandang gelar Ratu Aura
Aura yang takkan pernah bosan menggerayangi 
Saat terang bulan di depan warung kopi

Widz Stoops, PC 5/6/2020 - USA

Posting Komentar

11 Komentar

  1. Dimana..dimana..tuh warung kopi?

    BalasHapus
  2. Sudah lama gak obok obok wadah saliva ...👍👍

    BalasHapus
  3. Ngopi...ngopi..,😋😁😁🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tukang patrol warung kopi mana nih? 🤣

      Hapus
  4. Harus ikut kalau pada ngopi di sana 😁😂😂

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus