Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Pendingin Ruangan

Dalam suatu kesempatan di pagi hari yang super sibuk bagi seorang ibu untuk menyiapkan anak-anak berangkat sekolah dan suami berangkat kerja.

Mama : "Adek, matikan AC. Cepat mandi" (Teriak mama dari dapur sambil sibuk mengiris sayuran)

Diego : (Namanya Diego, anak kedua tapi lebih suka dipanggil adek). Apa sih AC? 

Mama : "Udah deh, bukan waktunya becanda. Cepat, uda jam berapa ini, nanti terlambat (Teriak ibu mulai merapatkan gigi)

Diego :"Iya tapi AC itu apa? Aku disuruh mematikan yang aku tidak tahu, gimana?" (Balasnya datar)

Mama : "AC. Air conditioner. Pendingin ruangan. Paham?" (Balas ibu dengan kesal)

Diego :"Bilang dong dari tadi pendingin ruangan, kan kalau bilang pendingin ruangan sudah aku matikan dari tadi. Mama kasih instruksi tidak jelas, AC." (Jelasnya tanpa merasa bersalah sampe bikin ikan sedikit gosong).

Mama : "Penting banget ya di bahas pagi-pagi gini hal-hal tidak penting" (Dan tanpa sadar perkataan ini malah berarti pembahasan dimulai haha...)

Diego : " Pentinglah." (Jawabnya datar seolah tidak ada waktu lain untuk membahasnya).

Mama:"Coba kamu bilang dimana letak pentingnya?" (Balas ibu tidak mau kalah)

Diego : "Ok. Sekarang aku mau tanya mama, kita itu orang apa?"

Mama : "Orang Indonesialah masa orang-orangan sawah" (Balas ibu tidak kalah sengit haha...)

Diego :"Air conditioner itu bahasa apa?"

Mama : "Bahasa Inggris". (Jawab ibu singkat)

Diego :"Nah, kenapa kita pakai bahasa Inggris kalau kita punya bahasa Indonesianya? Kita di Indonesia loh bukan di Inggris. Kenapa sih semua orang "bahasa Inggris...bahasa Inggris" Kan ada bahasa Indonesia" (Bicaranya seperti ceramah haha..)

Mama :" Kan itu bacanya bahasa Indonesia. Ase. Salahnya dimana coba?"

Diego : "Inilah yang aneh. AC singkatan air conditioner, bahasa Inggris. Dibaca pakai bahasa Indonesia. Kenapa tidak sekalian saja dibaca "eisi". Atau lebih baik pakai bahasa Indonesia saja langsung bilang pendingin ruangan"

Mama : "Kepanjangan cuplis" (Kata ibu kesal"

Diego : "Bukan masalah kepanjangan tapi kita sering tidak menghargai bahasa kita sendiri. Kalau bisa bahasa Inggris rasanya sok keren. Kenapa bukan orang Inggris saja kita suruh belajar bahasa Indonesia?"

Mama : "Bahasa Inggris itu sudah jadi bahasa Internasional, bahasa yang menyatukan semua bangsa. Jadi kalau kamu ke Amerika kamu bisa komunikasi dengan mereka pakai bahasa Inggris. Jadi saling mengerti. Kalau kamu bisa bahasa Inggris kamu bisa belajar, membaca dan kamu jadi tambah pintar karena bacaan itu kebanyakan bahasa Inggris. Gitu loh Nak" (Terang ibu dengan sabar)

Diego :"Yang aku maksud bukan itu loh Ma. Kenapa kita suka pakai bahasa Inggris padahal ada bahasa Indonesianya, terus kita juga masih di Indonesia. Kecuali kita sedang di Inggris." (Sahutnya tidak mau kalah)

Mama :"Karena lebih singkat kali. Tapi ngomong-ngomong soal AC, eh salah maksud mama pendingin ruangan, mama punya pengalaman unik pas di Penang jagain nenek. Nenek kan kedinginan terus mama nyariin remote pendingin ruangan tidak ketemu,lalu mama ke ruang perawat sambil bilang:"Nurse, ibu saya kedinginan, minta remote AC dong". Susternya bingung:" remote AC?" Trus mama jawab:"Iya, remote air conditioner. It's so cool." Ada 2 suster disana, mereka lihat-lihatan mungkin bingung. Haha..."

Diego :"Haha...Trus jadinya gimana?"

Mama : "Nah, di ruang suster itu ada AC, trs mama nunjuk :"tuh, air conditioner" baru setelah itu mereka paham trus katanya "ohhh aicon". Kayaknya aicon itu singkatan air conditioner atau merk pendinginnya karena mama lihat merk pendinginnya aikon" (Lanjut ibu bercerita).

Diego :"Mereka kan memang pakai bahasa Inggris makanya singkatannya juga bahasa Inggris. Atau emang disana biasa sebut merk. Kalau kita aneh, singkatan bahasa Inggris dibaca bahasa Indonesia. Kita punya kok bahasa Indonesianya." (Ini anak kelas 2 SD cerewet banget)

Mama : "Iya, mulai sekarang kita biasakan pakai kata pendingin ruangan. Sanalah mandi nanti terlambat" (Lalu dia mengambil handuk, setelahnya melipir ke dapur lagi)

Diego :"Kita harusnya bisa membuat bahasa Indonesia jadi bahasa internasional juga. Tidak susah kok belajar bahasa Indonesia." (Hadeh...)

Mama : "Itu kan menurutmu gampang karena kamu orang Indonesia"

Diego : "Kita juga bisa kok belajar bahasa Inggris walau susah, masa mereka tidak bisa? Kita harus buat bahasa Indonesia jadi bahasa internasional"

Mama :"Gimana caranya?"

Diego : "Itulah yang harus kita pikirkan."

Mama :"Aduh kamu saja yang pikirkan, otak mama sudah penuh memikirkan besok masih bisa makan enggak"

Diego:"Emang dulu bahasa Inggris bisa dikenal orang bagaimana caranya?"

Mama :"Dijajah. Perang. Orang Inggris menjajah Malaysia jadinya mereka tahu bahasa Inggris" 

Diego:"Kalau gitu kita menjajah juga"

Mama :"Mana bisa, sekarang sudah tidak boleh perang lagi"

Diego :"Kalau gitu kita harus jadi pemimpin dunia. Kalau pemimpin kan bisa ngatur jadi kita suruh nanti semua belajar bahasa Indonesia"

Mama :"Nanti kamu jadi presiden Indonesia dulu ya, setelah itu kamu harus bisa jadi pemimpin dunia" (Obrolan ini sudah tidak jelas arahnya haha..)

Diego : "Sebenarnya aku malas jadi presiden, banyak yang dipikirin. Lebih baik aku cari cara lain menjadi pemimpin dunia tanpa harus jadi presiden" (Katanya sok bijak)

Lalu papanya teriak dari ruang makan "Nanti Diego naik gojek aja ya, papa sudah terlambat ini. Kelamaan kalau nungguin kamu mandi" 😆😆😆

Posting Komentar

5 Komentar