Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menunda Bahagia

(photo by Ari)
Dalam sebuah kesempatan kala itu
Kau terdiam di ujung sana sambil merenung
Menatap tajam sepasang tangan kecil terulur memohon belas kasihan
Hanya sekedar makanan atau recehan pengganjap rasa lapar
Namun kau biarkan

Kakimu berlalu meninggalkan kepahitan di hadapanmu
Pun pula saat di tepian perjalanan lainnya kau pandangi 
Seorang nenek renta berjalan tertatih ingin sekedar meneguk segelas air pemberi kesejukan
Kau pun hanya berlalu membiarkan semua 

Ada banyak kesempatan terjadi di hadapan untuk bahagia
Namun kau telah sia-siakan
Entah hatimu terbuat dari apakah sehingga tak tersentuh oleh itu semua

Kini dalam laramu kau tersendiri mengaduh
Tiada pertolongan hadir dalam kesepian
Lalu kau ingat semua waktu yang kau pernah alami
Saat kau sepikan semua orang yemg menderita di hadapmu

Kini sesal pun tak.membukakan harapan
Yang terdengar padamu hanya ratapan
Semua kepongahanmu luntur seketika
Namun apa daya kaki dan tangan saja tak kuasa terulurkan

Terlalu lama kau menunda bahagia

..

Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
13 Mei 2020
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti life is grace

4 komentar untuk "Menunda Bahagia"

Widz Stoops 14 Mei 2020 01.33 Hapus Komentar
Bahagia akan tiba pada waktunya.
Budi Susilo 14 Mei 2020 02.28 Hapus Komentar
Bahagia jika tidak ada keluh kesah
Dewi Leyly 14 Mei 2020 03.44 Hapus Komentar
Nasi sudah menjadi bubur...
Salam bahagia, Ari...😊🙏
Warkasa1919 14 Mei 2020 04.21 Hapus Komentar
Akibat suka menunda-nunda bahagia ya🙄😂🙏

Berlangganan via Email