Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menghitung Jarak tentang Angka-angka yang Tak Pernah Beranjak

Ilustrasi. Gambar oleh Monsterkoi/ Pixabay.com. 

Adakah kau pernah merasakan malam lebih daripada malam. Angin tak tahu, juga tak ada dentang saat tiang listrik dipukul petugas ronda 

Pagi lebih gigil dari biasanya 

Tak ada api sebagai penghangat, apatah lagi segelas kopi. Ruang tamu berkarat, dirompak lamunan-lamunan hingga kesedihan berlarat       

Percakapan menjadi sunyi 

Di sebelah rumah terdengar tawa menghidupkan televisi, mengucapkan selamat pagi air mata. Ada cahaya berpendar menyelusup di bola mata, berharap menjadi pelangi sebelum senja tiba

Tiba-tiba aku seperti dihantui  menghitung jarak, tentang angka-angka yang tak pernah beranjak 

Aku masih berharap ada ketukan di pintu, tapi ternyata itu khayalanku saja. Aku masih duduk di sini 

***

Cilegon, Mei 2020 

12 komentar untuk "Menghitung Jarak tentang Angka-angka yang Tak Pernah Beranjak "

  1. Aku masih duduk disini dan sendiri...😂🙏

    BalasHapus
  2. Tentang sepi yang sangat sunyi dalam penantian hadirnya seseorang

    Terimakaaih puisi indah ini Ayah Tuah

    BalasHapus
  3. Puisi yg dalam maknanya...
    Terimakasih ayah Tuah 🙏

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Nah, ini dia, yang ditunggu datang 😀😀😀

      Hapus
  5. Ayaaahhh... udah gedor-gedor dari tadiii ... gak dibukaiin n... 😁

    BalasHapus

Berlangganan via Email