Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Lebaran Zonk




Ceplik sedang memasak opor tapi isinya bukan daging ayam, melainkan tahu dan telur ayam. mengapa?  Harga daging ayam sedang setinggi gunung Himalaya, jadi tanpa ayam pun tak mengapa,  lebaran tetap tanggal 1 Syawal tak akan berubah.

Kata kabar berita baik di media sosial dan televisi lebaran kali ini beda,  tak bisa kemana-mana, kata iklan bisa silaturahmi secara virtual. Itu yang semacam bicara ada gambar orangnya alias video call atau model konfrensi dengan aplikasi tertentu.

Ceplik menduga-duga nanti kira-kira siapa saja ya yang mengajak bersua lewat udara. Biasanya sih ada trman yang ajak Video Call sebelum puasa, entah lah untuk lebaran nanti.

Takbir telah menggema,  opor sudah matang,  belum ada kerupat atau lontong hanya dengan nasi putih saja,  esok pagi usai solat Ied akan sarapan bersama keluarga. Tak ada anjang sana ke rumah tetangga,  ha ha, hanya lambaian tangan atau apa namanya namaste? ya itu dah yang tangan di tangkupkan sambil mengucap maaf lahir batin.

Benar-benar lebaran serasa tak semangat,  yang menggemakan takbir pun terdengar sungkan-sungkan dari surau. Entahlah demikian hebatnya wabah ini mengubah semuanya. Ceplik hanya berdoa semoga wabah segera bisa diatasi.

Adzan subuh telah memanggil,  semua isi rumah bersiap solat subuh berjamaah,  ya walau hanya ada Emak,  Ceplik,  Bapak dan Cemplon sudah cukup dari pada sendiri.
Ketika matahari telah menyembul menghangatkan bumi,  mulailah solat Ied, hanya berempat. Bapak pun membuka internet mencari materi untuk khutbahnya. Ceplik dan Cemplon senyun-senyum geli karena Bapak memegang kayu pinus yang nemu di pekarangan sebagai tongkatnya.

Andai tak ada Covid-19 bapak tak akan pernah khutbah di depan keluarga sendiri. Ceplik sempatkan merekam momen yang gak akan pernah terlupa.

Berkirim pesan memohon maaf adalah hal lumrah dari sejak HP mulai marak. Namun untuk Video Call saat lebaran dengan teman belum pernah dia lakukan.
Tak berani memulai dia hanya diam saja,  sampai lebaran berlalu, tak ada yang spektakuler bagi Ceplik yang kata iklan akan seru dengan komunikasi virtual,  ternyata zonk!

Memang tidak semua yang diinginkan harus terwujud. Ceplik pun tak ingin memikirkan tentang itu, bukan hal penting,  masih banyak yang bisa membuatnya gembira dengan aktivitas lain.



Minggu, 31 Mei 2020

Posting Komentar

3 Komentar