Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Lailatul Qadar



Gambar oleh www. flickr.com

Menurut berbagai sumber, Lailatul Qadar adalah satu malam penting yang hanya terjadi di bulan Ramadan. Banyak petunjuk yang mengarahkan kesitu, salah satunya adalah seperti yang di gambarkan oleh Al Qur'an, di dalam Alquran malam itu di gambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Prof. Dr. AG. H. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A., mengatakan bahwa kata Qadar sesuai dengan penggunaannya dalam ayat-ayat Al Qur'an dapat memiliki tiga arti. Yaitu, Malam perjalanan hidup anak manusia, yang kedua sebagai malam kemuliaan yang tiada bandingannya, karena malam itu adalah malam yang di pilih oleh Allah SWT untuk menurunkan Alquran ke muka bumi ini. Dan yang ketiga adalah malam yang sempit atau begitu singkat dari pada malam-malam lainnya, karena pada malam itu banyak malaikat yang turun ke bumi.

Lailatul Qadar dapat juga di artikan sebagai malam pelimpahan keutamaan yang dijanjikan oleh Allah kepada umat islam yang berkehendak untuk mendapatkan bagian dari pelimpahan keutamaan itu. Keutamaan ini berdasarkan nilai Lailatul Qadar sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Kenapa malam itu selalu disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan? Aku memaknai malam itu adalah sebagai perenungan, satu malam yang betul-betul membuat kita merasa bahwa sesungguhnya kita ini hanyalah seorang diri, tanpa ada seorangpun di sekitar kita selain dengan yang Maha pencipta. 
Malam dimana kita hanya mampu bertanya pada diri sendiri,tentang siapa kita, siapa Tuhan kita dan untuk apa kita berada di dunia ini. Lailatul Qadar sering di sebut sebaagai malam seribu bulan, dan aku kembali bertanya kepada diri sendiri, kenapa harus malam, dan kenapa bisa seribu bulan? 

Menurutku, malam itu adalah simbol dari kegelapan, kesunyian dan kesendirian. Pada umumnya manusia beraktifitas di siang hari, makanya Lailatul Qadar di gambarkan, dengan turun di malam hari, suatu masa dimana kita akan sampai di titik itu yang akhirnya menyadarkan kita bahwa sesungguhnya hanya ada kita dan yang Maha Pengasih saja saat ini.

Dan kenapa malam seribu bulan itu selalu di gambarkan sebagai suatu malam yang sempit dikarenakan pada malam itu para malaikat banyak yang turun ke muka bumi? Karena menurutku itu adalah malam perenungan, suatu malam yang tidak semua orang mampu meninggalkan aktifitas keduniawiannya walaupun hanya sebentar. Dan hanya orang-orang terpilih saja yang mampu meninggalkan segala permainan dunia ini walau untuk sebentar saja.

Kenapa malam itu disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan? Karena malam itu adalah malam terbaik di dalam kehidupan, malam yang berbeda dari malam-malam sebelumnya, karena jika biasanya kita selalu berjalan maju kedepan maka pada malam ini kita kan berjalan mundur kebelakang. Dan di dalam kesunyian kita terus di tuntun untuk terus berjalan menapaki perjalanan hidup kita dan baru berhenti setelah sampai di tempat kita dulu pernah di lahirkan kedunia ini.

Di saat kita menyusuri kembali jalan-jalan kehidupan yang pernah kita lalui, terkadang kita merasa malu pada diri kita, hingga tanpa sadar, di hadapan Tuhan kita meneteskan air mata karena mengingat akan segala dosa dan kesalahan yang pernah kita kerjakan selama di dunia ini, saat itulah yang aku sebut sebagai malam pengakuan. Dan jika kita bersungguh-sungguh untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang pernah kita kerjakan, maka akan tibalah kita di penghujung malam yang penuh dengan ampunan dari yang Maha Pengasih lagi Maha penyanyang.

Dan malam itulah yang aku sebut sebagai malam pengampunan, malam yang lebih baik dari seribu bulan.




Sumber bacaan: 1, 2


Posting Komentar

8 Komentar