Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Belanja Makanan secara Bijak saat Ramadan itu harus, Anda Setuju?

(Photo by FB Kota Sidareja. Edited by Ari)

Pasar Setuan letaknya tidak jauh dari stasiun Sidareja. Boleh dibilang berhadap-hadapan. Ini mungkin menjadi salah satu alasan mengapa pasar ini selalu ramai setiap hari. Sesuai namanya Setuan dari kata Setu yang artinya Sabtu, maka pasar Setuan akan sangat ramai secara khusus pada hari Sabtu. 

Layaknya pasar-pasar tradisional lainnya, aneka barang bahan pokok kebutuhan dijual di sini. Jajanan kue kering, banyak dijual di bagian depan pasar. Lalu dibelakangnya ada aneka baju dan aksesoris. Keperluan sekolah pun bisa dibeli di area ini.

Tak jauh dari para penjual baju, ada warung makan dan juga toko tembakau. Sayuran dan buah-buahan segar ada di bagian tengah pasar. Aneka daging segar mulai dari daging ayam, sapi dan ikan juga ada tak jauh dari sayur dan buah. Aneka macam bahan untuk lauk mentah seperti tahu, tempe, telur puyuh, telur ayam ada tak jauh dari penjual sayuran.

Pada bulan Ramadan, banyak bahan makanan dan batang-barang lainnya mengalami kenaikan harga. Namun tidak boleh menjadi alasan untuk kalap dalam berbelanja. 


Pada waktu kecil, sekitar dua hari menjelang lebaran, saya selalu ikut Ibu berbelanja di pasar ini. Ibu membawa daftar belanjaan yang akan dibeli untuk persediaan selama dua hari. Hanya untuk jaga-jaga kalau lebaran para penjual di pasar banyak yang tutup. Ibu tidak pernah belanja berlebihan. Belanja selalu saja secukupnya. 

Setelah saya agak besar, Ibu meminta saya belanja sendiri ke pasar dengan membawa daftar belanja. Saya selalu diminta belanja di tempat teman Ibu. Jadi lebih mudah.

Selain bahan pokok yang kami beli cukup untuk dua hari, pada akhir bulan Ramadan, kami juga belanja aneka kue kering untuk dibagikan pada keluarga besar. Ibu membeli aneka kue kering dan lembut untuk kakek nenek. Ibu selalu menyediakan kue-kue lebaran di rumah kakek dan nenek untuk berjaga-jaga atas kunjungan warga.

Itu menjadi kenangan manis masa kecil. Sampai sekarang, keluarga kami tidak pernah sampai kalap dalam belanja. Meskipun harga barang melonjak, kami tetap membelinya sesuai kebutuhan saja.

Tidak sedikit warga yang ternyata belanja barang dan bahan makanan cukup banyak. Mungkin sebagai persiapan membuat sendiri aneka kue lebaran atau untuk persediaan selama bulan Ramadan.

Saya tidak bisa menyalahkan mereka yang memutuskan belanja banyak. Mungkin ada ibu-ibu yang sudah memperhitungkan, jika belanja banyak, harga bisa lebih murah atau dapat diskon. Atau mungkin bisa juga karena letak pasar yang jauh, agar tidak bolak-balik ke pasar, maka sekalian belanja banyak.

Apapun alasannya, harapan saya, warga tetap bisa bijak dalam berbelanja aneka barang kebutuhan. Pastikan yang dibeli tidak berlebihan sehingga lebih menghemat pengeluaran. Barang-barang yang sekiranya tidak perlu dibeli, sebaiknya juga tidak dibeli. 

Pembelian makanan harus dipastikan gizi tercukupi secara seimbang. Jadi tidak asal dalam berbelanja makanan. Jangan sampai semua dibeli namun akhirnya malah sisa dan dibuang. 

Di tengah pandemi covid 19 ini, ada banyak orang yang masih membutujkan uluran tangan kita. Kepedulian dengan sesama bisa dikembangkan melalui aneka bantian sosial. Jadi mari kita bersama menghemat. Jangan menjadi kalap dalam membeli makanan di bulan Ramadan.

Syukur-syukur kalau bisa menyisihkan uang untuk disalurkan dengan tepat bagi orang yang membutuhkan. Yuk kita kelola uang dengan bijak. Jadi.. kalap beli makanan saat bulan Ramadan? Tentu tidak.

Salam hemat

Written by Ari Budiyanti

2 Mei 2020

Posting Komentar

5 Komentar