Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Belajar Jatuh Cinta

Ilustrasi. Sumber: Pixabay.com. 

Kau belajar jatuh cinta kepada burung-burung, tanpa ragu pagi-pagi keluar dari sarang, pulang perut terisi penuh saat petang

Kau belajar jatuh cinta kepada semut-semut, yang selalu saling sapa saat bersua dengan teman-temannya, dan bila bertemu makanan yang besar mereka membawanya bersama-sama 

Kau belajar jatuh cinta kepada laba-laba, berdiam sabar menunggu di sarang, dan yakin ada makanan yang terperangkap tanpa diundang 

Kau belajar jatuh cinta kepada harimau si raja rimba, yang begitu kuat dan cepat mengejar mangsa, tapi hanya satu yang dikejar, dan memakannya sesuai takaran perutnya 

Kau ingin banyak belajar untuk jatuh cinta, tapi matamu yang kecil itu malah mengunyah teman-temanmu, menelan jalan, hutan, gunung, sungai-sungai, sawah, kebun, gedung-gedung, lampu-lampu, dan kau tertawa menelan air mata orang lain

Kau ingin belajar jatuh cinta, tapi engkau tidak mau belajar tentang arti cinta yang sebenarnya 

***

Cilegon, Mei 2020 

Posting Komentar

10 Komentar

  1. Wah indah sekali Ayah puisinya. Sarat petuah. Salam hormat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mbak Ari. Salam hangat.

      Hapus
  2. Jatuh cinta hanya pada harta dan tahta

    BalasHapus
  3. Duduk maniez dengerin petuah Ayah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak duduk juga Mbak Widz udah maniez kok, hehehe.

      Hapus
  4. Duduk manis sambil baca puisi indah ini. Sayang gak bisa sambil ngopi-ngopi..,,😁🙏

    BalasHapus