Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belajar Jatuh Cinta

Ilustrasi. Sumber: Pixabay.com. 

Kau belajar jatuh cinta kepada burung-burung, tanpa ragu pagi-pagi keluar dari sarang, pulang perut terisi penuh saat petang

Kau belajar jatuh cinta kepada semut-semut, yang selalu saling sapa saat bersua dengan teman-temannya, dan bila bertemu makanan yang besar mereka membawanya bersama-sama 

Kau belajar jatuh cinta kepada laba-laba, berdiam sabar menunggu di sarang, dan yakin ada makanan yang terperangkap tanpa diundang 

Kau belajar jatuh cinta kepada harimau si raja rimba, yang begitu kuat dan cepat mengejar mangsa, tapi hanya satu yang dikejar, dan memakannya sesuai takaran perutnya 

Kau ingin banyak belajar untuk jatuh cinta, tapi matamu yang kecil itu malah mengunyah teman-temanmu, menelan jalan, hutan, gunung, sungai-sungai, sawah, kebun, gedung-gedung, lampu-lampu, dan kau tertawa menelan air mata orang lain

Kau ingin belajar jatuh cinta, tapi engkau tidak mau belajar tentang arti cinta yang sebenarnya 

***

Cilegon, Mei 2020 

10 komentar untuk "Belajar Jatuh Cinta "

Ari Budiyanti 1 Mei 2020 11.58 Hapus Komentar
Wah indah sekali Ayah puisinya. Sarat petuah. Salam hormat
Budi Susilo 1 Mei 2020 11.59 Hapus Komentar
Jatuh cinta hanya pada harta dan tahta
Apriani1919 1 Mei 2020 12.03 Hapus Komentar
Wuiiihhhh ayah Tuah
Ayah Tuah 1 Mei 2020 12.36 Hapus Komentar
Terima kasih Mbak Ari. Salam hangat.
Ayah Tuah 1 Mei 2020 12.37 Hapus Komentar
Cinta dunia
Ayah Tuah 1 Mei 2020 12.37 Hapus Komentar
Wuih, juga. Salam hangat.
Widz Stoops 2 Mei 2020 00.34 Hapus Komentar
Duduk maniez dengerin petuah Ayah..
Warkasa1919 2 Mei 2020 13.58 Hapus Komentar
Duduk manis sambil baca puisi indah ini. Sayang gak bisa sambil ngopi-ngopi..,,😁🙏
Ayah Tuah 2 Mei 2020 16.56 Hapus Komentar
Nggak duduk juga Mbak Widz udah maniez kok, hehehe.
Ayah Tuah 2 Mei 2020 16.58 Hapus Komentar
Ntar malem, ngopi-ngopi.

Berlangganan via Email