Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Wanita di Bawah Batang Bunga Kamboja

 Gambar oleh www.flickr.com


Di hari kelahiran priyayi yang terlahir dari pasangan Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan M.A. Ngasirah pada 141 tahun yang lalu itu. Wanita berkulit hitam manis itu termenung sendirian di pinggir makam. Sekuntum bunga mawar yang tadi sengaja dia beli sebelum berangkat ke tempat pemakaman ini masih berada di dalam genggamannya.

“Apa mungkin akibat Pandemi ya?” batin wanita berkacamata itu sambil melihat ke arah barisan batu--batu nisan di areal pemakaman yang begitu sepi dihadapannya.

Di ujung sana, di bawah pohon bunga Kamboja, terlihat seorang wanita yang memakai pakaian serba hitam melambaikan tangan ke arahnya. Di antara semilir angin yang menggoyang dedaunan dan bunga--bunga kamboja yang menjadi peneduh di areal pemakaman. Wanita berkacamata yang biasa di panggil Peri Gigi oleh teman--temannya di Secangkir Kopi Bersama itu berjalan pelan, meletakan sekuntum bunga mawar di atas pusara. Selanjutnya Wanita berkulit hitam manis itu segera berjalan, mendatangi Wanita cantik kacamata hitam yang tengah berdiri di bawah batang bunga kamboja sambil melambaikan tangan ke arahnya.

"Selamat hari Kartini," 

Kata Peri Gigi sambil tersenyum kepada Wanita cantik berkacamata hitam yang tadi melambaikan tangan ke arahnya. Saat ini memang hanya ada mereka berdua di tempat ini, padahal, seharusnya sudah banyak orang yang berziarah ke pemakaman ini, sebab hari ini adalah hari yang sama dengan hari pada 116 tahun yang lalu, saat sosok yang pernah memperjuangkan hak-hak kaum perempuan agar mempunyai hak yang sama dengan kaum lelaki didalam hal mendapat pendidikan dan menggapai cita-cita, termasuk didalam menentukan calon suaminya sendiri’ itu di kebumikan di tempat ini.

-Selesai -



Cerita ini hanya fiktif belaka. Mohon dimaafkan jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Posting Komentar

14 Komentar