Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Suara dari Kolong Masa

Sumber : pixabay.com/Lars_Nissen


Satu waktu terlantun tanya
Masihkah tersisa bulir mega untukku bicara?
Dengarlah, Dia kian lihai membingkai rasa
Pada batas senja menanti ruang asa

Semburat jingga seakan tak rela tuang air mata
Namun, catatan masa berhasil mengurai kisah nyata
Bumiku belum jua usai menyemai benih duka
Jelaga pun masih enggan menyibak riak suka

Berapa lama bilik rindu bertahan?
Bersabarlah!
Hingga jejak tak lagi berkeliaran
Hiraukan jerit tangis garda depan 

Coba kita renungkan
Mereka menghadap liang pertempuran 
Hanya satu yang dipinta
Sejenak, letak ego kita

Tatap nurani tangguhkan segenap kepentingan
Singkap ambisi yang masih erat bertahan
Taukah, satu kejujuran ungkap sejuta harapan
Biarkan mereka pulang memeluk impian

Langkahku pun terhenti
Saat mata memahat mimpi
Suara dari kolong masa kian meniti sunyi
Menyapa bibir senja, hingga pandemi lenyap dari muka bumi






Niek~
Jogjakarta, 20 April 2020


Posting Komentar

10 Komentar

  1. Semoga pandemi segera lenyap dari muka bumi☺️๐Ÿ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Yaa Allah๐Ÿคฒ maturnuwun Pak ketua semoga sehat selalu๐Ÿ˜‡๐Ÿ™๐Ÿป

      Hapus
  2. Balasan
    1. Maturnuwun Ayah Tuah, salam hormat dan sehat selalu njih, Aamiin๐Ÿ˜‡๐Ÿ™๐Ÿป

      Hapus
  3. Mba Niek pintar pilih diksi dan aku suka ☺️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maturnuwun Mba Dinni, wah ndaklah mba sy masih unyu2 untuk soal diksi, masih belajar dari para suhu๐Ÿ™๐Ÿป, salam hangat dan sehat selalu njih mba๐Ÿ˜‡๐Ÿ™๐Ÿป

      Hapus
  4. Mantab. Semoga wabah segera berakhir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maturnuwun Pak Budi, njih leres semoga wabah ini segera berakhir. Aamiin
      Salam hormat dan sehat selalu njih Pak Budi๐Ÿ˜‡๐Ÿ™๐Ÿป

      Hapus
    2. Terimakasih Mba Widz, sehat selalu ya Mba๐Ÿ˜‡๐Ÿ™๐Ÿป

      Hapus