Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Rindu Yang Tertahan Corona

 (photo by Ari)

Terbiasa riuh rendah ceria dan canda tawa
Hingga tangisan air mata pun sekedar debat kata
Terkadang ada saling mendorong kasar tanpa sengaja 
Tertimpa sakit hati sejenak lalu sekejap lupa pula 

Semua terbingkai indah kini dalam memori
Yang sekerjap bermunculan saling berlari
Memberi senyuman manis di sudut pipi
Bahwa kini menyenandungkan lembutnya rindu hati

Sedikit terobati saat bicara 
Pun bersua muka bersama
Meski ada batas karena tekhnologi
Rindu itu sedikit terobati

Memang semua sekarang terpaksa 
Menahan rindu bertemu sahabat tercinta
Ya, pun aku dan kau punya rasa 
 Rindu yang tertahan corona

Written by Ari Budiyanti
30 April 2020
#PuisiHatiAriBudiyanti

Posting Komentar

6 Komentar

  1. Iya, semuanya terpaksa sekarangπŸ™„πŸ˜‚πŸ™

    BalasHapus
  2. Terpaksa dan dipaksa 😊

    BalasHapus
  3. Gak ada yang rindu untuk datang di pos paud tempatku hihihi sdh PW di rumah

    BalasHapus
  4. Rindunoh rindu....πŸ’”

    BalasHapus
  5. Oh.. Corona... bikin aku merana..

    BalasHapus