Header Atas - Panjang

Header Atas - Panjang

Pulau Impian

Gambar oleh www.pinterest.com


Di pergantian waktu, kuterima sebuah surat darimu. Bukan surat biasa, tapi surat yang berasal dari masa lalu. Melalui surat yang baru saja kubaca, engkau bercerita, tentang suatu masa, dimana, dulu aku selalu mengajakmu untuk mencicipi secangkir kopi susu bersamaku.

Di pergantian waktu, kutatap lembar demi lembar surat itu seperti aku menatap wajahmu, wajah yang aku tahu, bahwa dari dulu, engkau selalu jatuh hati, pada aroma kopi yang berasal dari ujung pulau Sumatera itu.

Di lembar kedua suratmu, engkau bercerita, bahwa engkau selalu teringat denganku dan juga pada biji-biji kopi pilihan yang biasanya sengaja aku petikkan khusus buatmu.

Saat itu, di pelataran senja engkau pernah bertanya; “Kenapa engkau melakukan semua ini?” saat itu, setelah menatap kedua matamu yang terlihat sayu, sambil menyeruput kopi susu, aku mencoba untuk menjawab pertanyaanmu itu sebisaku, “Aku ingin abadi bersamamu, setidaknya, engkau akan selalu mengingatku, disaat tidak sedang bersamaku seperti saat ini,”

Di pergantian waktu, kita sering meyeruput secangkir kopi susu. Saat itu bekas bibirku dan bibirmu menyatu. Sambil mengambil foto cangkir yang ada bekas bibirku dan bibirmu, engkau berkata, “Biarkan aku menyimpan dan membawanya kemanapun aku pergi, agar aku selalu ingat, bahwa kita pernah meminum secangkir kopi susu bersama di tempat ini.”

Di lembar terakhir suratmu, aku tahu bahwa engkau tengah menangis sambil menulis surat ini. Dan engkau tutup surat ini dengan berkata,"Aku menunggumu di tempat ini dan aku selalu ingin kembali mereguk kenikmatan kopi susu bersamamu di tempat ini."

Dan dari surat yang baru saja selesai aku baca ini, aku tahu bahwa saat ini engkau tengah menangis sambil melihat ke arah foto secangkir kopi susu yang ada bekas bibirku dan bibirmu. Dan dari suratmu, aku tahu, bahwa hingga detik inipun engkau masih tetap menunggu kehadiranku di pulau itu. Pulau impian yang pernah aku janjikan, bahwa suatu saat aku akan menyusulmu ke pulau itu.

Selesai 


Posting Komentar

14 Komentar

  1. Wah bibir menyatu, ih mas Warsaka bikin ngiler deh

    BalasHapus
  2. Pulau impian yang banyak Iker yak?

    BalasHapus
  3. Surat... rasanya sudah lama sekali benda satu itu tidak beredar lagi saat ini ya...πŸ˜ŠπŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.. kan itu surat dari masa laluπŸ˜‚πŸ™

      Hapus
  4. Sekarang tak boleh meminum dari gelas yang sama ha ha ha dampak social distancing physical distancing
    Apa lagi cangkir diatancing ha ha

    BalasHapus