Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Misteri Bidadari Kesunyian (Anaphalis Javanica)

Misteri Bidadari Kesunyian_Anaphalis Javanica_Warkasa1919_ Gambar di olah dari pergiyuk.com


*****


Di puncak gunung berapi yang terletak di atas ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut. Di kawasan yang terletak di sekitar 70 km sebelah tenggara Kota Bandung, di sebelah Sang Waktu Aku berdiri tegak sambil terus menatap ke arah kawah--kawah yang masih terus mengeluarkan uap dari sisi dalamnya.

Di lapis langit kesatu. Di puncak gunung Papandayan, di antara hamparan bunga--bunga abadi. Di antara hembusan angin yang terasa begitu dingin hingga terasa menembus ke dalam tulang, kutatap sosok Wanita cantik yang mengenakan Jilbab panjang berwarna hitam yang terus berjalan menghampiriku Aku dan Sang Waktu yang berdiri tegak di tempat ini.

Di antara kabut tebal yang menyelimuti kawasan curam yang berbukit di antara gunung--gunung  dan tebing--tebing terjal yang menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson termasuk type iklim B, dengan curah hujan di tempat ini rata-rata 3.000 mm/thn, kelembaban udara 70 -- 80 % dan temperatur 10 C ini, kutatap wajah sedikit pucat tanpa riasan make-up Wanita cantik di depanku.

Di antara kepulan asap yang berasal dari Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk yang masih terus mengeluarkan uap dari sisi dalamnya, kugenggam erat jemari tangan Wanita cantik berkulit kuning langsat yang beberapa waktu lalu pernah menangis di bahuku.

"Darimu aku belajar mengenal cinta. Dan di jalan sunyi ini, aku sudah tidak memiliki apa--apa lagi yang pantas untuk aku tawarkan kepadamu agar bersedia menerima cintaku ini. Izinkan aku untuk tetap berada di sini. Di jalanmu, di jalan sunyi. Tempat di mana engkau pernah mengajariku arti cinta yang sejati.

Jika engkau ingin pergi. Pergilah... Biarkan aku menunggumu di tempat ini. Di jalan sunyi, di tempat aku akan terus menunggumu, hingga nanti ajal kan datang menjemputku di tempat ini."


*****
Di antara desiran suara angin yang bertiup kecang mempermainkan jilbab panjang milik Wanita cantik berkuning langsat biasa di panggil dengan nama edelweis itu. Sambil menggenggam erat jemari tangannya, Aku berbisik pelan di telinganya.

"Terima kasih sudah berkenan hadir untuk memenuhi panggilanku," kataku pelan, sambil menyentuh ujung dagu Wanita cantik yang biasa kupanggil dengan nama Bidadari kesunyian itu dengan ujung jemariku.

Mata Wanita cantik berkulit kuning langsat itu berkaca--kaca saat menatapku, lalu seperti tidak mampu menahan gejolak hatinya, Wanita cantik yang memakai kerudung panjang berwarna hitam itu langsung memeluk erat tubuhku sambil menangis sesegukan di bahuku.

"Jangan pernah tinggalkan aku lagi di tempat ini seorang diri," bisiknya pelan di telingaku sambil berusaha menahan isak tangisnya.

Kubiarkan Wanta cantik berkulit kuning langsat itu menangis sepuasnya sambil membenamkan wajahnya di dadaku.

"Di masa lalu engkau adalah bungaku. Bunga Mawar yang duri--durinya pernah melukaiku. Kita adalah anak zaman. Anak zaman yang pernah di pisahkan oleh jarak dan waktu. Hingga atas izin Tuhan, akhirnya Aku menikahi batinmu. Di jalan sunyi, jalan lurus yang hanya ada Aku, Engkau dan Tuhanku yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang. Di sebelah Jibril, kupinang engkau dengan ucapan "Bismillah" di depan Sang Waktu.

Di hari penyatuan antara batinku dan batinmu. Aku sadar bahwa di antara kita masih ada sang Ratu. Sang Ratu yang saat ini juga membutuhkan kehadiranku dan kehadiranmu di dekatnya. Ikutlah bersamaku, mari kita songsong kehidupan yang baru. Bersama Aku, sang Ratu dan Putri Mahkota di tempat asalku.

Jibril telah mengajarkan kepadaku, agar Aku mampu menyentuh dan memiliki kelopakmu, serta untuk menyempurnakan kehidupan sang Ratu di sisiku. Edelweis.. Apakah engkau bersedia hidup denganku bersama sang Ratu?"

"Mas, aku mencintaimu. Jangan pernah tinggalkan aku! Dan aku bersedia melakukan apa saja,  asalkan aku bisa terus bersamamu,"

"Engkau adalah Anaphalis javanica-ku. Bunga Abadi yang di takdirkan Tuhan untuk tumbuh di hatiku, menemani Epiphyllum oxypetalum. Bunga Wijayakusuma yang telah lebih dahulu tumbuh di pekarangan hatiku. Engkau adalah Bunga Abadi yang atas izin Tuhan di takdirkan untuk menyempurnakan kehidupanku dan sang Ratu. Ratu malam yang atas izin Tuhan kelopaknya telah mekar sempurna dan saat ini hampir layu. Dan Aku membutuhkan keabadianmu untuk membuat kelopak sang Ratu tetap mekar sempurna dan tidak pernah layu"

Anaphalis javanica atau yang lebih di kenal dengan nama Edelweiss jawa (Javanese edelweiss) atau bunga abadi adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 meter dan dapat memiliki batang sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 meter. Tumbuhan ini sekarang dikategorikan sebagai langka dan di percaya sebagai simbol dari keabadian cinta.


*****
Sambil bergandengan tangan, di jalanan panjang yang semakin lama semakin terlihat lurus di depanku. Aku dan Wanita cantik berkulit kuning langgsat yang mengenakan jilbab panjang berwarna hitam ini terus berjalan, meninggalkan puncak gunung Papandayan. Meninggalkan semua masa lalu yang begitu kelam di antara kawah--kawah yang masih terus mengeluarkan uapnya dari sisi dalamnya.

Aku dan Wanita cantik berwajah sedikit pucat tanpa riasan make-up ini terus berjalan menuju ke masa depan. Pelan tapi pasti Aku dan Wanita cantik yang selalu mengenakan jilbab panjang itu terus sampai di tempat dimana sumber cahaya yang semakin lama semakin terlihat jelas itu berada. Di tempat sang Ratu menyambut kedatanganku dan Bidadari Kesunyian itu dengan tangan terbuka dan senyum tulus di bibirnya.



-Selesai-


     Catatan:
  • Sumber bacaan: 1, 
  • Cerita ini hanya fiktif belaka. Mohon dimaafkan jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Warkasa1919
Warkasa1919 Setiap cerita pasti ada akhirnya. Namun di dalam cerita hidupku, akhir cerita adalah awal mula kehidupanku yang baru.

15 komentar untuk "Misteri Bidadari Kesunyian (Anaphalis Javanica)"

  1. Balasan
    1. Hehehe.. terima kasih sudah berkenan membacanya Mas..

      Hapus
    2. πŸ™„ Komennya jadi pake akun SKB. yaπŸ™„πŸ™

      Hapus
  2. Edelweis... edelweis...
    🌷🌷

    BalasHapus
    Balasan
    1. Edelweis...hihihi... aku gak bisa komen pake emoji, hp masih disita anak gadis..hehehe..

      Hapus
    2. Hihihi.. kelupaan keluar akun SKBπŸ™„πŸ˜πŸ™πŸ™

      Hapus
  3. 😊KerrrenπŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  4. Lupa keluar dulu tdi dari akum SKBπŸ™„πŸ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo dulu aku Komen pake akun SKB tapi yang muncul akun sendiri πŸ€” sekarang blm nyoba lg

      Hapus
  5. Cerita fiktif ya?

    BalasHapus

Berlangganan via Email